PU Targetkan Perbaikan Jalan Gandaria-Parung Bogor Selesai Sebulan

Kementerian PU menargetkan perbaikan jalan nasional ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung Bogor selesai dalam satu bulan ke depan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan perbaikan jalan nasional di ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung Bogor, Jawa Barat, rampung dalam satu bulan. Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan bagi para pengguna jalan.

Menurut Menteri PU, Dody Hanggodo, perbaikan ini merupakan kelanjutan dari upaya perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya.

Menteri Dody menjelaskan, perbaikan jalan dari Pasar Parung hingga Kemang, Parung, sedang dalam proses. Sebelumnya, penambalan telah dilakukan, namun belum optimal. Ia berharap penyempurnaan ini dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu (1/3/2026).

Menteri Dody menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dan menyoroti kondisi patching yang belum merata di beberapa titik, berpotensi membahayakan pengendara karena jalan bergelombang.

Oleh karena itu, Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat untuk melaksanakan perbaikan menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 km dari Pasar Parung hingga Gandaria-Cilodong, alih-alih hanya melakukan penambalan parsial. Tujuannya adalah agar kontur jalan menjadi lebih mulus dan aman.

Sementara itu, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, mengungkapkan bahwa terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung.

Rina menambahkan, hingga saat ini, 1.200 lubang telah ditutup, menyisakan 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, pihaknya menargetkan seluruh lubang akan tertangani dalam lima hari ke depan, sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

Selain penambalan lubang, BBPJN DKI-Jabar juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar dan normalisasi saluran drainase. Langkah ini bertujuan memastikan aliran air berjalan optimal, menjaga ketahanan konstruksi jalan, dan mencegah kerusakan berulang, terutama saat musim hujan.

Rina menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab kerusakan pada ruas jalan tersebut adalah perbedaan struktur antara jalur cepat, yang sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement), dan jalur lain yang telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). Kesenjangan struktur ini kerap memicu timbulnya lubang, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak berfungsi maksimal.

"Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminannya agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton," katanya.

Kementerian PU memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas pada aspek keselamatan pengguna jalan serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur nasional melalui percepatan penanganan ini.

Recommended