Puncak Arus Balik Kereta Api Jakarta Diprediksi 24 Maret 2026

KAI memprediksi puncak arus balik ke Jakarta terjadi 24 Maret 2026. Rata-rata 50 ribu penumpang tiba per hari pada 23–29 Maret.

Arus balik Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memperkirakan puncak kedatangan penumpang di Jakarta akan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3 Idulfitri.

Masyarakat yang akan kembali ke Jakarta diimbau mengatur jadwal perjalanan untuk menghindari kepadatan.

Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan lonjakan tertinggi arus balik diprediksi terjadi pada tanggal tersebut.

"Untuk angka tertinggi (periode arus balik) di tanggal 24 Maret," kata Franoto Wibowo di Stasiun Pasarsenen, dilansir Antara, Senin, 23 Maret 2026.

Rata-rata 50 Ribu Penumpang Per Hari

Franoto menambahkan rata-rata volume kedatangan periode arus balik pada 23-29 Maret adalah 50 ribu penumpang per hari.

"Angka ini (50 ribu) adalah (rata-rata kedatangan di) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan stasiun-stasiun lainnya, seperti Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Jadi, total rata-rata per harinya sekitar 50 ribu penumpang yang balik ke wilayah Daop 1 Jakarta," ujar Franoto.

Mobilitas arus balik terlihat pada H+1 Lebaran. Tercatat pada Minggu ini pukul 09.00 WIB, 41.663 orang tiba di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.

KAI Siapkan 20 Perjalanan Kereta Tambahan

KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan operasional periode arus balik berjalan lancar.

"Ya, tetap untuk kereta api tambahan kita operasikan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Kereta api tambahan ada 13 perjalanan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasarsenen. Jadi, totalnya 20 perjalanan kereta api tambahan, sampai tanggal 1 April," kata dia.

Imbauan untuk Penjemput di Stasiun

Franoto mengimbau masyarakat tertib, terutama terkait penjemputan, agar arus mobilitas pemudik lancar.

"Dalam menghadapi masa arus balik, terutama yang turun atau tiba di Stasiun Pasarsenen, kami mengimbau kepada penjemput penumpang agar tidak menggunakan kendaraan roda empat dikarenakan kapasitas parkir di Stasiun Pasarsenen ini terbatas, sehingga dapat mengganggu atau memengaruhi kelancaran dari alur kendaraan di parkiran Stasiun Pasarsenen," ujar Franoto.

Recommended