Ular umumnya dikenal sebagai hewan melata yang bergerak dengan perut, namun beberapa spesies memiliki kemampuan unik untuk mengangkat tubuhnya secara vertikal. Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan.
Para peneliti mencoba mengungkap bagaimana ular dapat melakukan hal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini bukan hanya karena otot yang kuat, tetapi juga melibatkan kombinasi hukum fisika, kontrol otot, dan kemampuan merasakan posisi tubuh.
L. Mahadevan dari Harvard University, yang ahli dalam fisika gerakan makhluk hidup, memimpin penelitian ini. Timnya menggunakan kombinasi biologi, matematika, dan simulasi mekanik untuk memahami keseimbangan ular.
"Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat menyeramkan, tapi kami berhasil menganalisis secara ilmiah strategi tersembunyi yang dipakai ular untuk melawan gravitasi," ujar Mahadevan seperti dikutip dari earth.com, Rabu, 18 Maret 2026.
Ular yang hidup di pohon, seperti ular pohon cokelat, sering menyeberangi celah antar dahan dengan mengangkat tubuhnya. Sekilas, posisi ini tampak mustahil tanpa terjatuh.
Ular tidak mengeraskan seluruh otot tubuhnya saat berdiri. Kendali utamanya terpusat pada satu titik kecil di pangkal tubuh, yaitu area yang mulai meninggalkan dahan tumpuan atau boundary layer. Otot bekerja paling keras di area ini, sementara sisa tubuh dibiarkan lurus dan santai. Strategi ini efisien karena gaya gravitasi yang mencoba membengkokkan tubuh ular menjadi lebih kecil saat tubuh sudah tegak lurus.
Sistem Kendali Ular
Koordinasi otot ular saat menjaga posisi tegak bergantung pada propriosepsi, yaitu kemampuan alami hewan untuk merasakan letak dan bentuk tubuhnya sendiri tanpa melihat.
Peneliti membuat model matematika yang menganggap ular sebagai kabel elastis pintar yang dapat mendeteksi bentuknya sendiri dan menggerakkan otot secara otomatis. Dari model ini, muncul dua cara ular mengontrol tubuhnya: otot bereaksi langsung pada bagian yang mulai bengkok agar kembali lurus, atau otot bekerja secara kompak di sepanjang tubuh untuk menghemat tenaga. Cara kedua lebih efisien.
Menjaga keseimbangan setelah berada di posisi atas adalah tantangan sebenarnya. Tenaga yang lebih besar diperlukan untuk melawan tarikan gravitasi yang mencoba menjatuhkan tubuh ular. Goyangan lambat pada ular yang sedang berdiri menunjukkan bahwa ia sedang melakukan penyesuaian kecil agar tetap stabil.
Penemuan ini dapat memberikan ide baru bagi dunia teknologi. Robot lunak sering kesulitan menjaga keseimbangan saat menjulur ke atas. Dengan memahami cara ular memusatkan kendali, para peneliti dapat merancang mesin yang lebih stabil dan hemat energi.
"Dengan belajar dari cara ular memusatkan tenaga pada titik yang paling penting, kita bisa membangun mesin yang lebih efisien sekaligus tangguh di masa depan,” pungkasnya.