Rayyan Shahab, seorang siswa berprestasi dari MAN Insan Cendikia Pekalongan (ICP), berhasil mengukir pencapaian luar biasa. Ia diterima di 15 perguruan tinggi ternama di berbagai belahan dunia. Pencapaian ini merupakan buah dari kegigihan Rayyan dalam belajar bahasa Inggris dan kontribusinya di bidang yang diminati, seperti dilansir dari Medcom.
Sejak usia dini, Rayyan telah didorong oleh orang tuanya untuk memiliki pandangan global. Ia terinspirasi melalui tontonan televisi dan internet yang memperkenalkan dunia luar, serta bacaan yang memicu imajinasinya. Dorongan tersebut menanamkan cita-cita kuat untuk "go global" dalam dirinya.
Rayyan memperoleh 15 Letter of Acceptance (LoA), yaitu surat resmi penerimaan dari universitas. Perguruan tinggi tersebut tersebar di enam negara, meliputi Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Australia. Beberapa di antaranya masuk kategori 10 hingga 50 kampus terbaik di dunia.
Pilihan jurusan Rayyan mencerminkan minatnya pada bidang teknik dan ilmu lingkungan. Sejumlah kampus dan program studi bergengsi yang menerimanya antara lain:
- University Of California, San Diego (UCSD) – Geoscience
- University of California, Davis – Environmental Engineering
- University of British Columbia – Bachelor of Applied Engineering
- University of British Columbia – Bachelor of Sustainability
- University of Toronto – Physical and Environmental Science
- University of Waterloo – Honours Environmental Engineering, Co-op
- McGill University – Bachelor of Engineering in Bioresource Engineering Wageningen University & Research – BSc Environmental Science
- University of Manchester – Environmental Science
- University of Auckland – Bachelor of Science in Environmental Science
Motivasi kuat dari orang tua menjadi salah satu pemicu utama semangat Rayyan. Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya, yang merupakan lulusan universitas terkemuka di Indonesia, selalu berpesan agar ia bisa meraih pendidikan lebih tinggi di kampus terbaik dunia.
Perjalanan Belajar dan Kontribusi
Rayyan belajar bahasa Inggris secara otodidak, tanpa mengikuti kursus. Ia mengandalkan pembelajaran di sekolah, membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, dan keberanian untuk berbicara dalam bahasa Inggris.
Mimpi Rayyan untuk menjelajahi dunia pendidikan global mulai terwujud ketika ia mengikuti program pertukaran pelajar AFS ke Finlandia selama sepuluh bulan saat duduk di kelas XI MAN IC Pekalongan. Pengalaman hidup bersama keluarga angkat, belajar di sekolah internasional, dan berinteraksi dengan siswa dari berbagai negara memberinya banyak pelajaran, termasuk sistem pendidikan dan kiat lolos ke perguruan tinggi luar negeri.
Sekembalinya ke Indonesia, Rayyan aktif mencari informasi mengenai perkuliahan di luar negeri. Ia menghadiri pameran pendidikan, berdiskusi dengan keluarga dan relasi orang tua yang memiliki pengalaman studi internasional, serta mempersiapkan diri mengikuti jadwal pendaftaran kampus.
Bersama kedua orang tuanya, Rayyan secara konsisten berdiskusi tentang minatnya pada teknik dan ilmu lingkungan. Ia juga telah mengikuti tes IELTS dan SAT sebagai bekal penting, serta terus berlatih menulis motivation letter yang "membumi" atau relevan dengan pengalaman pribadinya.
Tips Lolos Kuliah di Luar Negeri
Rayyan meyakini bahwa kampus-kampus top dunia tidak hanya menilai prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris. Kontribusi nyata, kemampuan menuangkan ide besar, dan kolaborasi dalam tim juga menjadi faktor penting. Di luar kegiatan sekolah, Rayyan aktif sebagai ketua angkatan alumni AFS dan terlibat dalam organisasi kepemudaan lingkungan seperti Green Generation dan Greenfaith. Di sekolahnya, ia mendirikan organisasi Atma Bawana yang fokus pada pengelolaan sampah.
Rayyan membagikan beberapa tips bagi para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi luar negeri:
- Miliki mimpi besar dan semangat untuk mewujudkannya melalui belajar, berkegiatan, dan berdoa.
- Persiapkan kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata dan kemampuan skolastik melalui tes SAT sebagai standar internasional.
- Miliki minat yang konsisten pada bidang ilmu tertentu, serta wujudkan dalam pengetahuan, partisipasi organisasi, dan aksi nyata. Prestasi akademik seperti memenangkan olimpiade nasional juga sangat dianjurkan.
- Kembangkan kemampuan menulis untuk menuangkan pengalaman dan ide.
- Patuhilah orang tua dan serahkan diri kepada Tuhan.
Saat ini, Rayyan sedang mengajukan beasiswa LPDP Garuda dan berharap bisa lolos. Ia berharap ilmu dan pengetahuannya nanti dapat diaplikasikan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.