Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun Lampaui Target

Realisasi investasi Indonesia periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp 498,79 triliun, tumbuh 7,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 498,79 triliun pada kuartal I-2026 yang disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4/2026).

Capaian dalam tiga bulan pertama tahun ini melampaui target periode tersebut yang ditetapkan sebesar Rp 497 triliun. Berdasarkan data kementerian, angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Realisasi investasi di 2026 ini, tadi di kuartal pertama saya melaporkan bahwa alhamdulillah tercapai pencapaian Rp 498,79 triliun atau 100,36% dari target Rp 497 triliun, dan itu adalah peningkatan 7,22% year on year ya," ujar Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Dilansir dari Detik Finance, aktivitas penanaman modal selama kuartal ini juga berdampak signifikan pada sektor ketenagakerjaan. Serapan tenaga kerja Indonesia tercatat mencapai 706.569 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 18,93 persen secara tahunan.

Komposisi permodalan dalam realisasi tersebut terbagi hampir merata antara investor domestik dan luar negeri. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 248,84 triliun atau setara 49,89 persen dari total investasi.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi tipis dengan kontribusi sebesar 50,11 persen atau senilai Rp 249,94 triliun. Singapura tetap menjadi investor asing terbesar bagi Indonesia pada awal tahun 2026 ini.

Data kementerian menunjukkan lima negara penyumbang PMA terbesar adalah Singapura dengan US$ 4,6 miliar, Hong Kong US$ 2,7 miliar, dan China US$ 2,2 miliar. Posisi keempat diduduki Amerika Serikat dengan US$ 1,7 miliar, disusul Jepang sebesar US$ 1 miliar.

Recommended