Sub-brand Xiaomi, Redmi, sedang melaksanakan pengujian internal terhadap tiga model smartphone baru yang mengusung baterai berkapasitas 10.000mAh pada April 2026. Langkah ini diambil perusahaan untuk meningkatkan standar daya tahan perangkat mobile di pasar global.
Pengembangan perangkat dengan daya tampung energi jumbo tersebut bertujuan memberikan masa pakai hingga beberapa hari dalam satu kali pengisian daya. Kapasitas ini melampaui standar industri saat ini yang rata-rata berada pada angka 5.000mAh hingga 6.000mAh.
Dilansir dari Medcom yang mengutip laporan Gizmochina, salah satu dari ketiga perangkat yang sedang diuji tersebut diprediksi akan mengisi lini Redmi Note generasi mendatang. Model kelas atas seperti varian Pro Max menjadi kandidat utama yang akan mendapatkan pembaruan kapasitas ini.
Meski mengusung baterai masif, Redmi dilaporkan tetap menyematkan fitur pengisian daya cepat hingga 100W. Teknologi ini diterapkan agar proses pengisian energi tetap berjalan efisien dan tidak memakan waktu lama bagi pengguna.
Sektor performa juga tetap menjadi fokus dengan rumor penggunaan chipset kelas menengah terbaru dari MediaTek Dimensity. Selain itu, perangkat tersebut dikabarkan akan dibekali layar beresolusi tinggi untuk menunjang pengalaman visual pengguna.
Pada bagian fotografi, spesifikasi yang beredar menyebutkan adanya penggunaan sensor kamera utama hingga 200MP. Kombinasi spesifikasi ini menunjukkan upaya Redmi untuk menyeimbangkan antara ketahanan energi ekstrem dengan kemampuan teknis tingkat tinggi.
Fenomena pengembangan baterai berkapasitas besar ini tidak hanya dilakukan oleh Redmi, melainkan juga diikuti oleh produsen lain seperti Honor, vivo, dan Huawei. Tren ini menandai pergeseran fokus industri menuju efisiensi daya sebagai pembeda utama produk di pasar.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal peluncuran atau rincian harga untuk ketiga unit tersebut. Informasi teknis yang tersedia masih berdasarkan hasil pengujian internal dan dapat mengalami perubahan sebelum diproduksi secara massal.