Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan perbaikan pada 4.700 ruang perpustakaan sekolah di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (12/5/2026) sebagai bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat literasi murid dengan mengubah fungsi perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih hidup dan interaktif.
Program revitalisasi ini menyasar infrastruktur fisik guna memastikan perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku yang pasif. Dilansir dari Medcom, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyatakan bahwa penyediaan fasilitas yang nyaman sangat krusial untuk meningkatkan minat baca peserta didik, terutama di jenjang pendidikan menengah.
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, memberikan dukungan penuh terhadap pembenahan ini dan menekankan pentingnya daya tarik perpustakaan bagi pembaca. Menurut Aziz, perpustakaan yang sepi dan jarang dikunjungi berisiko kehilangan fungsinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan bagi kelompok manusia.
"Jadi dia (perpustakaan) tidak ditunggui jin, jin beranak-pinak di situ. Tapi ada kelompok manusia yang datang," ujar E. Aminudin Aziz, Kepala Perpusnas. Beliau mendorong agar proses pembelajaran seperti kegiatan menulis dan berpidato dialihkan dari ruang kelas ke perpustakaan yang memiliki ketersediaan sumber referensi lengkap.
Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen berencana melakukan kolaborasi lintas lembaga untuk memperkaya koleksi buku bacaan. Kerja sama ini melibatkan Perpustakaan Nasional, Badan Bahasa, serta Pusat Perbukuan Kemendikdasmen guna menambah ketersediaan buku nonteks di sekolah-sekolah.
Pemerintah menargetkan perpustakaan sekolah dapat bertransformasi menjadi pusat kolaborasi dan ruang tumbuh bagi kreativitas siswa. Pihak kementerian saat ini terus mengoordinasikan pengiriman dukungan buku bacaan agar koleksi di 4.700 perpustakaan yang telah direvitalisasi tersebut semakin relevan dengan kebutuhan belajar masa kini.