Presiden Prabowo Subianto mencanangkan investasi besar-besaran di sektor pendidikan melalui program revitalisasi 288 ribu bangunan sekolah yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan usai meninjau fasilitas pendidikan di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026.
Pemerintah telah menyusun jadwal perbaikan infrastruktur pendidikan secara bertahap, yang dilansir dari Medcom, dimulai dengan 17 ribu sekolah pada 2025. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 70 ribu sekolah pada akhir tahun 2026 dan masing-masing 100 ribu unit pada 2027 serta 2028.
"Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Saya akan menaruh perhatian dan saya akan investasi besar-besaran di bidang pendidikan untuk masa depan bangsa kita semuanya. Setiap anak Indonesia harus dikasih pendidikan yang terbaik," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah berencana melengkapi setiap ruang kelas dengan fasilitas digital berupa smart class board atau layar digital interaktif. Saat ini, rata-rata sekolah baru memiliki satu hingga dua unit papan pintar tersebut untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah berupaya menambah ketersediaan perangkat tersebut setidaknya tiga unit tambahan per sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ini. Fasilitas ini diharapkan mampu membuat sistem belajar lebih interaktif dan mempermudah akses guru serta murid terhadap silabus digital.
Pengembangan sistem pendidikan ini juga mencakup rencana pembentukan studio pusat di Jakarta yang melibatkan tenaga pengajar terbaik, termasuk penutur asli untuk mata pelajaran bahasa asing. Prabowo menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin bagi siswa sejak tingkat sekolah dasar.