Revitalisasi Sekolah di Pati Capai 90 Satuan Pendidikan, Anggaran Rp16,9 Triliun

Program revitalisasi satuan pendidikan telah menjangkau 90 sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan total anggaran Rp16,9 triliun hingga 12 April 2026.

Program revitalisasi satuan pendidikan telah memberikan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hingga saat ini, lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh negeri telah merasakan manfaat dari program ini, yang didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun.

Inisiatif ini mencakup pembangunan serta perbaikan beragam sarana dan prasarana vital di sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga fasilitas sanitasi dan pendukung lainnya, seperti dilaporkan Medcom pada Minggu, 12 April 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian integral dari kebijakan strategis nasional. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Fokus utama revitalisasi diberikan kepada sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana, berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan parah.

“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati.

Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat dari program ini, yang secara langsung meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif, baik bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Dampak Positif bagi Sekolah Penerima Manfaat

SMP Negeri 1 Gembong di Kabupaten Pati menjadi salah satu contoh nyata penerima manfaat program revitalisasi. Sekolah ini telah mengalami perbaikan menyeluruh yang meliputi rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, Unit Kesehatan Siswa (UKS), dan fasilitas sanitasi.

Istiana, Kepala SMP Negeri 1 Gembong, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sebelum revitalisasi sangat memprihatinkan. Kerusakan parah pada bangunan, mulai dari lantai hingga atap, kerap mengganggu proses belajar mengajar, terutama saat musim hujan.

“Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” tuturnya.

Setelah revitalisasi, kondisi tersebut berubah drastis, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh komunitas sekolah. “Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” tambah Istiana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang dirasakan langsung oleh sekolah. Harapan besar disampaikan agar program revitalisasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia, sehingga seluruh siswa dapat belajar tanpa kekhawatiran mengenai kondisi bangunan sekolah mereka.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pendidikan Berkualitas

Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pendidikan di wilayahnya. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mendorong pemanfaatan data yang akurat sebagai fondasi perencanaan program. Tujuannya adalah memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan terus berlanjut, memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Recommended