Pasar ponsel pintar di Indonesia diramaikan dengan peluncuran sejumlah perangkat baru di segmen harga mulai Rp4 jutaan oleh berbagai vendor ternama pada Selasa, 21 April 2026. Persaingan ketat ini melibatkan brand besar seperti Vivo, Poco, dan Samsung yang masing-masing membawa keunggulan fitur kelas atas ke kategori menengah.
Dilansir dari Medcom, tren pasar bulan ini menunjukkan pergeseran di mana fitur-fitur yang biasanya ada pada ponsel flagship mulai diadopsi oleh perangkat kelas menengah. Setiap produsen menerapkan strategi berbeda, mulai dari peningkatan kapasitas daya, optimalisasi performa mesin, hingga dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang.
Vivo memperkenalkan Y31d Pro yang menonjolkan kapasitas baterai jumbo 7.000 mAh dengan teknologi pengisian cepat 90W dan fitur bypass charging. Ponsel seharga Rp3,9 juta hingga Rp4,9 juta ini ditenagai chipset Snapdragon 685 dan layar 120Hz untuk mendukung penggunaan intensif seperti bermain gim.
Sementara itu, Poco meluncurkan seri X8 Pro dan X8 Pro Max yang difokuskan pada kekuatan pemrosesan data. Poco X8 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8500 Ultra seharga Rp5 jutaan, sedangkan varian Pro Max dibekali Dimensity 9500s fabrikasi 3nm dengan harga mencapai Rp7 juta.
Samsung memperkuat posisinya melalui Galaxy A37 5G dan A57 5G yang menawarkan keseimbangan antara kualitas visual dan durabilitas. Galaxy A37 5G yang dibanderol sekitar Rp6 juta dilengkapi sertifikasi IP68 dan jaminan pembaruan sistem hingga enam tahun kedepan.
Untuk segmen yang lebih tinggi, Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G dengan bingkai logam premium dan peningkatan pada fitur fotografi malam atau Nightography. Perangkat ini menggunakan chipset Exynos 1680 serta layar Super AMOLED+ untuk memberikan pengalaman visual yang lebih jernih bagi pengguna di Indonesia.