Cek Rincian UKT ITB 2026 Jalur SNBP dan SNBT untuk Calon Mahasiswa

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menetapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2026 bagi mahasiswa jalur SNBP dan SNBT. Biaya disesuaikan kemampuan ekonomi.

Gerbang perguruan tinggi negeri di Indonesia kini terbuka lebar bagi calon mahasiswa. Setelah pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan dimulainya pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, ribuan calon mahasiswa baru bersiap menapaki jenjang pendidikan tinggi.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi salah satu destinasi favorit. Selain mempersiapkan strategi belajar, pemahaman mengenai biaya pendidikan di ITB sangat penting untuk calon mahasiswa dan orang tua.

ITB telah menerapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terstruktur dengan baik. Sistem ini berlaku untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP maupun SNBT, demi memastikan prinsip keadilan dalam akses pendidikan.

Besaran biaya yang dibebankan bersifat personal. Nominal UKT akan ditentukan setelah verifikasi data kemampuan ekonomi orang tua atau wali mahasiswa dilakukan. Sistem penggolongan UKT ini dimulai dari tingkat terendah untuk keluarga prasejahtera, hingga tingkat tertinggi yang disesuaikan dengan biaya operasional masing-masing fakultas.

Dikutip dari Medcom, Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB).

Setelah mengalami berbagai perubahan, ITB resmi menggunakan namanya seperti sekarang pada 2 Maret 1959. Dikenal sebagai Kampus Ganesha, ITB telah lama menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di Indonesia.

Berpusat di Jalan Ganesha, Bandung, ITB telah berkembang menjadi multikampus untuk memperluas jangkauan pendidikan dan riset, dengan hadirnya Kampus Jatinangor dan Kampus Cirebon. Hingga saat ini, ITB memiliki 12 Fakultas dan Sekolah, 1 Sekolah Pascasarjana, 178 program studi, dan 114 Kelompok Keahlian. Dalam dunia riset, ITB juga memiliki 25 Pusat, 7 Pusat Penelitian, serta 6 Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Rincian UKT ITB 2026 Jalur SNBP dan SNBT

Berikut adalah rincian lengkap Uang Kuliah Tunggal (UKT) ITB tahun 2026 untuk jalur SNBP dan SNBT, sebagaimana dilansir dari laman resmi admission.itb.ac.id:

UKT ITB 2026 untuk Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Program Sains, Sekolah Farmasi (SF), dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Golongan Biaya (Rp)
Golongan 1 500.000
Golongan 2 1.000.000
Golongan 3 4.250.000
Golongan 4 6.250.000
Golongan 5 8.250.000
Golongan 6 10.250.000
Golongan 7 12.250.000
UKT ITB 2026 untuk Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Program Sains, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Program Rekayasa, dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Golongan Biaya (Rp)
Golongan 1 500.000
Golongan 2 1.000.000
Golongan 3 6.500.000
Golongan 4 8.500.000
Golongan 5 10.500.000
Golongan 6 12.500.000
Golongan 7 14.500.000

Kebijakan Penerimaan dan Beasiswa di ITB

Meskipun telah menetapkan skema UKT, ITB tetap berkomitmen untuk merangkul mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi. Pada jalur penerimaan reguler, yang meliputi SNBP, SNBT, dan Seleksi Siswa Unggul ITB, perguruan tinggi ini tetap menerima mahasiswa peserta program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Bagi pemegang KIP-K, seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh negara. Berdasarkan Permendikbudristek RI Nomor 2 Tahun 2024, ITB juga menetapkan bahwa minimal 20 persen dari total mahasiswa baru merupakan mereka yang masuk dalam kategori UKT Golongan I, II, atau penerima beasiswa bagi keluarga kurang mampu.

Recommended