Peta jalan ASEAN-SEAMEO yang berfokus pada pendidikan anak usia dini (PAUD) dirancang sebagai panduan komprehensif. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di seluruh negara anggota ASEAN, dengan implementasi yang akan dilakukan secara bertahap.
Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menekankan bahwa roadmap ini merupakan bentuk komitmen bersama negara-negara di kawasan ASEAN, sekaligus menjadi acuan penting bagi Indonesia, seperti dilansir dari Medcom. Gogot merinci tujuh pilar utama yang menjadi fokus peta jalan tersebut saat Peluncuran Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Pilar pertama dalam roadmap ini adalah peningkatan akses layanan PAUD. Langkah ini krusial untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan usia dini.
Selanjutnya, pilar kedua menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai lembaga PAUD. Tujuannya adalah untuk menjamin anak-anak mendapatkan stimulasi yang optimal guna mendukung tumbuh kembang mereka.
Penguatan sumber daya manusia di sektor PAUD menjadi pilar ketiga. Ini mencakup pengembangan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas, yang merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan kebijakan PAUD.
Kemitraan dengan berbagai pihak merupakan pilar keempat yang ditekankan. Kolaborasi ini dianggap sangat penting, mengingat mayoritas lembaga PAUD di Indonesia, sekitar 95 persen, dikelola oleh pihak swasta.
Peta jalan ini juga menyoroti peran sentral orang tua dalam pendidikan anak. Pendekatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara lingkungan rumah dan lembaga pendidikan.
Pemanfaatan teknologi menjadi pilar berikutnya, dengan harapan digitalisasi dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Gogot mencontohkan, "Untuk digitalisasi kita sudah memberikan papan interaktif digital di 64.000 lembaga PAUD."
Terakhir, aspek pendanaan menjadi fokus utama dalam implementasi roadmap ini. Berbagai sumber pembiayaan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga desa, diupayakan untuk mendukung program-program PAUD. Dengan ketujuh pilar ini, peta jalan diharapkan mampu memperkuat sistem PAUD di kawasan.
Direktur Sekretariat SEAMEO, Habibah Abdul Rahim, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pendidikan anak usia dini. "Dengan pendekatan kolaboratif, pemerintah berharap kualitas PAUD meningkat secara merata. Kemitraan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini," jelas Habibah.