Roblox Matikan Fitur Chat Anak Demi Kepatuhan PP Tunas

Roblox menonaktifkan fitur chat bagi pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia untuk memenuhi aturan perlindungan anak dalam PP Tunas mulai April 2026.

Pemerintah Indonesia mewajibkan platform digital Roblox untuk menonaktifkan fitur percakapan atau chat bagi pengguna di bawah usia 16 tahun mulai Kamis, 30 April 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan bahwa Roblox menjadi platform berisiko tinggi terakhir yang menyepakati pembatasan akses komunikasi tersebut. Dilansir dari Detik iNET, kebijakan ini menargetkan perlindungan bagi sekitar 23 juta pengguna anak di Indonesia dari total 45 juta pengguna domestik.

Implementasi aturan ini dilakukan melalui sistem verifikasi usia yang menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition). Pengguna yang tidak melalui proses verifikasi tersebut secara otomatis akan kehilangan akses ke sejumlah fitur interaktif, termasuk fitur chat dengan orang yang tidak dikenal.

Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya telah menetapkan delapan platform berisiko tinggi terhadap paparan pornografi, kekerasan, dan perundungan. Selain Roblox, platform tersebut mencakup YouTube, X, Bigo Live, Instagram, Facebook, Threads, dan TikTok.

"Kami apresiasi Roblox yang sudah menyampaikan komitmen kepatuhan, di mana Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh penggunanya," ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital dalam konferensi pers di Jakarta.

Pembatasan fitur komunikasi ini juga didasari oleh temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai risiko radikalisasi anak. Fitur chat di platform game dinilai rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan rekrutmen atau penyebaran paham radikal kepada pengguna di bawah umur.

Selain penonaktifkan fitur chat, Roblox juga mulai menerapkan sistem durasi layar atau screen time yang dapat dikontrol langsung oleh orang tua. Fitur ini memungkinkan wali murid mengatur jam operasional permainan anak untuk mencegah penggunaan berlebih setiap harinya.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh VP Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, dalam pertemuan dengan Menkomdigi. Pengetatan keamanan pada ekosistem digital ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan siber yang menyasar anak-anak di platform hiburan.

Recommended