Insinyur dari Sony AI memperkenalkan robot bernama Ace yang berhasil mengalahkan sejumlah pemain tenis meja amatir tingkat elit dalam serangkaian pertandingan uji coba pada Jumat (24/4/2026). Pencapaian ini menjadi demonstrasi signifikan terhadap kemampuan robotika dalam olahraga fisik yang membutuhkan reaksi cepat.
Dilansir dari Detik iNET, robot Ace memenangkan tujuh dari total 13 pertandingan melawan lima pemain amatir elit yang memiliki pengalaman berlatih rata-rata 20 jam per minggu. Meskipun dominan melawan amatir, Ace hanya mampu mencuri satu kemenangan dari tujuh gim saat menghadapi atlet profesional liga Jepang, Minami Ando dan Kakeru Sone.
Sistem pada robot ini mengintegrasikan penginderaan berkecepatan tinggi dengan pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk merespons gerakan manusia secara real-time. Robot tersebut dilengkapi lengan robotik bersendi delapan yang lincah guna mengeksekusi pukulan dengan presisi tinggi di atas meja ping pong.
"Penelitian ini telah menunjukkan bahwa robot otonom nyatanya bisa menang dalam olahraga kompetitif, menyamai atau melampaui waktu reaksi dan pengambilan keputusan manusia di ruang fisik," kata Peter Dürr, direktur Sony AI di Zurich sekaligus pemimpin proyek Ace.
Peter Dürr menambahkan bahwa tenis meja merupakan permainan dengan kompleksitas luar biasa yang menuntut keputusan sepersekian detik. Terobosan ini menonjolkan potensi agen AI fisik dalam melakukan tugas interaktif yang membutuhkan akurasi tinggi pada masa depan.
Secara teknis, Ace memiliki tiga komponen utama yang mendukung performanya. Pertama adalah sistem persepsi untuk melacak bola dan mendeteksi putaran (spin). Kedua adalah otak AI yang dilatih melalui simulasi virtual, dan ketiga adalah perangkat keras berupa lengan robotik khusus.
Pengembangan Ace merujuk pada kesuksesan proyek sebelumnya, Gran Turismo Sophy, yang mampu mengungguli manusia dalam simulasi balap mobil. Namun, pengembang mengakui bahwa tantangan di dunia fisik jauh lebih sulit karena robot harus menginterpretasikan perubahan tak terduga secara instan.
Meskipun belum mencapai tingkat kemahiran absolut seperti sistem AI murni di ruang virtual, performa Ace telah melampaui kemampuan robot tenis meja yang pernah dibuat sebelumnya. Penemuan ini diharapkan dapat memajukan aplikasi robotika dalam interaksi manusia yang lebih luas dan kompleks.