Kepolisian Lalu Lintas Hangzhou mengerahkan tim yang terdiri dari 15 robot cerdas untuk mengelola arus kendaraan dan membantu wisatawan di berbagai titik strategis kota pada libur Hari Buruh, Sabtu (9/5/2026). Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi manajemen jalan raya di kawasan padat pengunjung.
Belasan robot tersebut ditempatkan di persimpangan utama, termasuk kawasan wisata Danau Barat dan area komersial tepi danau, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Personel robotik ini bertugas mengarahkan pejalan kaki, mengendalikan lalu lintas, serta memberikan layanan navigasi bagi para turis.
Robot yang ditempatkan di area Danau Barat difasilitasi dengan tombol interaksi suara untuk menjawab pertanyaan pengunjung mengenai rute perjalanan. Mesin ini mampu mengenali permintaan lisan dan memberikan rekomendasi transportasi umum paling optimal berdasarkan data geografis serta kondisi lalu lintas terkini secara real-time.
Sementara itu, unit yang bertugas di persimpangan jalan perkotaan difokuskan pada deteksi pelanggaran hukum. Menggunakan algoritma pengenalan visual tinggi, robot-robot ini mengidentifikasi pengendara motor tanpa helm, kendaraan yang berhenti melebihi garis marka, hingga pejalan kaki yang masuk ke jalur mobil.
Dalam operasionalnya, robot tersebut terhubung langsung dengan sistem kontrol pusat dan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keamanan Publik. Mereka mampu menjalankan delapan isyarat lalu lintas standar, seperti perintah jalan lurus, berhenti, dan berbelok ke kiri dengan akurasi tinggi.
Pemerintah setempat menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini dimaksudkan untuk mengurangi beban kerja fisik polisi manusia. Robot dapat beroperasi secara terus-menerus selama 8 hingga 9 jam per hari untuk menangani tugas-tugas repetitif seperti memberikan arahan verbal atau meniup peluit di tengah cuaca panas.
Dengan adanya bantuan robot, personel kepolisian kini dialihkan untuk menangani tugas yang lebih mendesak dan kompleks. Fokus petugas manusia akan diarahkan pada penanganan kecelakaan lalu lintas, inspeksi bahaya keamanan, serta penindakan hukum terhadap pelanggaran berat yang membutuhkan penilaian situasional manusia.