Aplikasi Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Masuk Nominasi Inovasi Dunia

Super app Rumah Pendidikan dan program Anugerah Bug Bounty milik Kemendikdasmen bersaing dalam ajang internasional WSIS Prizes 2026 di bawah naungan PBB.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meraih pengakuan internasional melalui platform Rumah Pendidikan yang masuk dalam nominasi ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 pada Sabtu (25/4/2026). Platform terintegrasi ini dinilai berhasil menyatukan ratusan layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital.

Dilansir dari Detik iNET, super app ini mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan yang sebelumnya terpisah-pisah. Layanan tersebut mencakup kebutuhan administrasi dan pembelajaran bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua murid di seluruh wilayah Indonesia.

Penyederhanaan sistem menjadi keunggulan utama sehingga puluhan juta pengguna tidak perlu berpindah platform untuk mengakses informasi pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kementerian untuk menghadirkan layanan yang responsif, akuntabel, melayani, adaptif, dan harmonis atau disebut RAMAH.

"Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia, sekaligus sejalan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang RAMAH serta mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," kata Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen.

Selain Rumah Pendidikan yang masuk kategori e-Government (C7), program Anugerah Bug Bounty juga masuk nominasi kategori Building Confidence and Security in the Use of ICT (C5). Program tersebut fokus pada penguatan keamanan siber dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga tenaga pendidik secara partisipatif.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa kedua inovasi tersebut kini tengah bersaing untuk masuk dalam jajaran lima besar terbaik atau Champion Projects. Saat ini terdapat total 20 inovasi dunia yang berkompetisi pada masing-masing kategori di ajang milik International Telecommunication Union (ITU) tersebut.

Dukungan masyarakat dilakukan melalui mekanisme voting publik yang telah dibuka sejak Rabu (22/4/2026). Masyarakat dapat berpartisipasi memberikan suara mereka melalui situs resmi penghargaan tahunan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Batas akhir pengumpulan suara ditetapkan hingga tanggal 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC+02:00. Bagi masyarakat di wilayah Indonesia, periode voting tersebut akan berakhir secara resmi pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.

Recommended