Rupiah Melemah, Harga Barang Impor Berpotensi Naik

Pelemahan rupiah berisiko meningkatkan harga barang impor seperti pupuk, elektronik, dan bahan baku pabrik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus melemah. Hal ini dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh bank sentral di berbagai negara dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong kenaikan harga minyak.

Menurut pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, rupiah berpotensi menyentuh Rp 17.050 pada minggu depan (Minggu, 22/3/2026).

Pelemahan rupiah dapat memicu risiko besar terhadap perekonomian Indonesia. Selain membebani APBN, masyarakat juga akan merasakan dampaknya secara langsung melalui kenaikan harga barang impor.

Ibrahim menjelaskan, "Kalau rupiah terus melemah pasti akan berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia karena barang-barang impor seperti pupuk, seperti barang-barang retail, kemudian elektronik, impor bahan baku untuk pabrikan ini pasti akan mengalami kenaikan harganya."

Kenaikan biaya logistik atau transportasi pengiriman barang juga akan menjadi beban tambahan. Padahal, barang atau komoditas impor tersebut bisa menjadi bahan baku produksi dalam negeri.

Kondisi ini akan meningkatkan modal produksi dalam negeri, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

"Ini berdampak juga terhadap transportasi karena BBM naik. Kemudian Makanan siap saji yang biasa kita makan di mal-mal kemungkinan besar juga akan kembali mengalami kenaikan. Sehingga masyarakat bawah, akar rumput itu pasti akan terasa," terang Ibrahim.

Pelemahan rupiah juga membebani anggaran pemerintah untuk belanja subsidi bahan bakar, terutama di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Pada akhirnya, pemerintah berpotensi kekurangan anggaran untuk melakukan intervensi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Jika tidak segera diatasi, pelemahan rupiah akan terus menarik pertumbuhan ekonomi domestik.

Ibrahim menjelaskan, "Ini akan membuat defisit anggaran lumayan besar, dan ini yang tidak akan bisa menahan laju pelemahan mata uang rupiah."

Recommended