Pemerintah Jerman mengidentifikasi Rusia sebagai dalang di balik serangan phishing massal pada platform Signal yang menargetkan ratusan akun pejabat tinggi negara tersebut pada Senin (27/4/2026). Serangan siber berskala besar ini berdampak pada sedikitnya 300 akun individu di bidang politik, termasuk Presiden Bundestag Julia Klöckner.
Dilansir dari Detik iNET, otoritas Berlin meyakini bahwa kampanye ini merupakan bagian dari operasi siber global yang dilancarkan oleh aktor intelijen Rusia. Kelompok peretas menggunakan taktik phishing untuk mengelabui pengguna agar memberikan kode verifikasi keamanan dan kata sandi di dalam obrolan.
Keberhasilan peretasan tersebut memungkinkan pelaku mendapatkan akses penuh ke akun pribadi, riwayat obrolan, pengiriman berkas, hingga daftar nomor telepon. Laporan Der Spiegel menyebutkan bahwa identitas korban belum diungkap seluruhnya, namun investigasi mendalam terhadap perangkat yang terinfeksi tengah dilakukan.
Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) sebelumnya telah memberikan peringatan mengenai aktivitas ini pada 9 Maret. Mereka menyatakan bahwa peretas negara Rusia terlibat dalam kampanye siber untuk menyusup ke akun milik pejabat tinggi, personel militer, dan pegawai negeri sipil di berbagai negara Barat.
"Peretas negara Rusia terlibat dalam kampanye siber global skala besar untuk mendapatkan akses ke akun Signal dan WhatsApp milik pejabat tinggi, personel militer, dan pegawai negeri sipil," ujar Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) dalam sebuah pernyataan.
Direktur FBI, Kash Patel, juga mengonfirmasi adanya identifikasi aktor siber terkait intelijen Rusia yang menargetkan layanan pesan instan sejak Maret lalu. Aktivitas siber Moskow dinilai telah bergeser dari motivasi finansial seperti ransomware menjadi operasi yang lebih merusak terhadap sekutu Barat Ukraina.
Manajemen Signal telah mengakui adanya laporan tersebut melalui unggahan di media sosial dan menyadari serangan phishing yang menyebabkan pengambilalihan akun. Saat ini, Pejabat Federal untuk Perlindungan Konstitusi dan Keamanan Informasi Jerman telah memberikan instruksi keamanan kepada seluruh korban terdampak.
Pemerintah Eropa terus menuduh Moskow meningkatkan strategi perang hibrida melalui gangguan infrastruktur sipil dan upaya intervensi pemilihan umum. Di sisi lain, pihak Moskow secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari propaganda Barat.