Saham BIPI Berpotensi Lanjut Reli ke Rp242, Intip Strategi Spec Buy dan Area Cut Loss

Pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan performa impresif dari emiten infrastruktur energi, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Setelah mencatatkan lonjakan harga yang sangat signifikan pada perdagangan sebelumnya, instrumen investasi ini kini menjadi pusat perhatian para trader harian maupun investor ritel yang mencari peluang keuntungan di tengah fluktuasi indeks. Momentum bullish yang terbentuk dinilai cukup kuat untuk membawa harga menguji level psikologis yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Kenaikan tajam yang terjadi baru-baru ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan cerminan dari tingginya minat beli, terutama dari pemodal asing yang mulai mengakumulasi posisi secara masif. Fenomena ini menciptakan euforia di pasar, namun bagi pelaku pasar yang bijak, pergerakan ini harus disikapi dengan strategi teknikal yang terukur agar tidak terjebak dalam aksi ambil untung (profit taking) mendadak. Memahami peta support dan resistance menjadi kunci utama untuk menavigasi volatilitas yang sedang tinggi pada saham ini.

Melihat data historis performa tahunan yang telah naik ratusan persen, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah BIPI masih memiliki ruang napas untuk naik lebih tinggi atau justru sudah mendekati titik jenuh beli. Dalam ulasan teknikal terbaru, terdapat indikasi bahwa tren kenaikan masih berpotensi berlanjut selama harga mampu bertahan di atas level krusialnya. Artikel ini akan membedah lebih dalam mengenai rekomendasi broker, peta pergerakan harga, serta bagaimana manajemen risiko yang tepat untuk mengamankan portofolio Anda.

Analisis Teknikal Saham BIPI dan Target Harga Terdekat

Pergerakan saham BIPI belakangan ini memang sangat fenomenal. Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (18/2/2026), saham ini ditutup melesat hingga 34,52 persen ke level Rp226 per lembar. Kenaikan ini mengonfirmasi adanya dorongan beli yang sangat agresif setelah sebelumnya sempat tertahan di area konsolidasi.

Strategi Speculative Buy dari BNI Sekuritas

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memberikan pandangan strategis bagi para pemodal yang ingin masuk ke saham ini. Mengingat kenaikan harga yang sudah cukup tinggi, strategi yang disarankan adalah speculative buy dengan tetap memperhatikan area beli yang aman. BNI Sekuritas menetapkan area masuk (entry point) yang ideal berada di rentang harga Rp220 hingga Rp226.

Penetapan area ini didasarkan pada perhitungan teknikal yang menunjukkan bahwa level tersebut merupakan zona penyangga (support) terdekat setelah harga menembus level resisten sebelumnya. Dengan masuk di area ini, rasio risiko dan keuntungan (risk-to-reward ratio) dianggap masih cukup menarik bagi para trader pendek.

Target Resistance dan Batas Penguatan

Jika momentum kenaikan terus terjaga, saham BIPI diprediksi akan mencoba menembus level resisten baru. Target harga terdekat yang dibidik berada di kisaran Rp236 hingga Rp242. Jika level Rp242 mampu ditembus dengan volume perdagangan yang tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan BIPI akan mencari titik tertinggi baru di atas level tersebut. Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap potensi koreksi teknis setelah kenaikan beruntun yang cukup melelahkan.

Pentingnya Manajemen Risiko dan Level Cut Loss

Dalam trading saham yang memiliki volatilitas tinggi seperti BIPI, disiplin terhadap rencana perdagangan (trading plan) adalah mutlak. Meskipun potensi keuntungan terlihat sangat menggiurkan, risiko penurunan mendadak selalu membayangi, terutama jika terjadi aksi jual masif oleh pemegang saham besar.

Batas Toleransi Penurunan Harga

Analis menekankan pentingnya memasang batas pengaman atau stop loss. Jika harga BIPI tiba-tiba bergerak berlawanan dengan prediksi dan merosot ke bawah level Rp212, pemodal disarankan untuk melakukan cut loss. Level Rp212 dianggap sebagai batas kritis; jika harga menembus level tersebut ke bawah, maka struktur tren kenaikan jangka pendek bisa dianggap patah, dan harga berisiko turun lebih dalam menuju area support selanjutnya.

Performa Impresif BIPI dan Akumulasi Asing

Daya tarik BIPI tidak hanya datang dari grafik teknikal, tetapi juga dari dukungan data fundamental pasar. Sepanjang tahun 2026 (year to date/ytd), saham Astrindo Nusantara Infrastruktur ini tercatat telah melejit hingga 162,7 persen. Sebuah angka yang luar biasa bagi emiten di sektor infrastruktur pendukung energi.

Dukungan Net Buy Asing

Salah satu katalis utama di balik reli harga BIPI adalah derasnya arus modal asing. Pada perdagangan Rabu (18/2), tercatat aksi beli bersih atau net buy asing mencapai Rp78,11 miliar. Akumulasi oleh investor asing sering kali dianggap sebagai sinyal positif oleh pasar lokal, karena menunjukkan adanya kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis atau valuasi perusahaan di masa depan.

Dalam sepekan terakhir saja, BIPI sudah menguat 33,73 persen, sementara dalam periode satu bulan kenaikannya mencapai 11,88 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa akselerasi penguatan justru semakin kencang terjadi dalam beberapa hari terakhir, yang memicu munculnya fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) di kalangan ritel, sehingga edukasi mengenai titik masuk yang tepat menjadi sangat krusial.

Dikutip dari investor.id 19/2/26.

Recommended