Harapan untuk menyelamatkan musim 2025/2026 Liverpool bertumpu pada Alexander Isak. Pemulihan sang striker dari cedera patah kaki menjadi krusial bagi The Reds.
Cedera tersebut sempat menghentikan debut musim pemain yang didatangkan dengan mahal pada musim panas 2025. Kini, Isak berpacu dengan waktu untuk kembali berkontribusi di sisa musim, demi menjaga asa lolos ke Liga Champions dan finis di empat besar.
Situasi ini mengingatkan para pendukung Liverpool pada kisah Djibril Cisse.
Kedatangan Cisse pada musim panas 2004 dari AJ Auxerre memecahkan rekor transfer klub senilai 14,5 juta pound. Namun, cedera patah kaki membuatnya absen selama hampir enam bulan. Setelah pulih, Cisse lebih sering menjadi pemain pengganti, dengan hanya satu kali menjadi starter.
Meski demikian, Cisse mencetak gol krusial dari bangku cadangan dalam adu penalti yang memastikan kemenangan dramatis atas AC Milan di final Liga Champions di Istanbul. Kisah Cisse membuktikan bahwa musim yang tampak gagal masih bisa berakhir manis.
Pada menit ke-32 final tersebut, Djibril Cisse sukses menjebol gawang AC Milan usai memanfaatkan umpan dari Steven Gerrard.
Tantangan Alexander Isak
Absennya Isak memang diperkirakan tidak selama Cisse, tetapi ia tetap harus mengejar kebugaran dan ketajaman. Penyerang timnas Swedia itu melewatkan pramusim ideal karena transfer senilai 125 juta pound ke Anfield.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, meyakini Isak mulai menemukan performa terbaiknya setelah pulih dari masalah pangkal paha. Isak kembali cedera saat mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur sebelum Natal.
Slot yakin Isak mampu mengulang performa tersebut saat kembali merumput setelah jeda internasional bulan depan.
Liverpool berharap telah mengamankan tiket perempat final Liga Champions dan Piala FA saat Isak kembali. Meskipun Slot yakin Isak bisa melanjutkan performa terakhirnya, tidak akan ada dorongan tergesa-gesa untuk langsung memasukkannya ke starting XI.
Hugo Ekitike tampil impresif memimpin lini depan selama Isak absen. Rotasi dengan Ekitike akan menjadi opsi ketika Isak telah kembali ke kecepatan terbaiknya.
Setelah musim yang tersendat dengan hanya tiga gol dari 16 penampilan, penyerang berusia 26 tahun itu akan menghargai setiap menit bermain hingga akhir musim. Momen penentu bisa saja menantinya sebagai ganjaran atas ketekunan sepanjang musim yang sulit ini.