Pemilik usaha Salad Umma, Hikma Nurul Audhliya, berhasil meningkatkan omzet hariannya hingga mencapai Rp6 juta setelah memperoleh pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2025. Langkah ekspansi ini dilakukan melalui pembangunan outlet fisik di Jakarta untuk memperkuat kepercayaan konsumen.
Dilansir dari Detik Finance, Hikma sebelumnya merupakan seorang penata rias yang terdampak pandemi COVID-19 hingga harus merintis usaha kuliner dari nol. Modal awal usaha ini berasal dari dana pelatihan Kartu Prakerja sebesar Rp2,4 juta yang digunakan untuk membeli peralatan dapur sederhana.
Peningkatan signifikan terjadi setelah Hikma mendapatkan pinjaman KUR sebesar Rp100 juta dari Kantor BRI Unit Tebet Barat. Dana tersebut dialokasikan untuk menyulap area carport rumahnya menjadi gerai penjualan yang lebih representatif bagi pelanggan daring maupun luring.
"Pas sudah punya outlet ini, orderan itu meningkat," ujar Hikma Nurul Audhliya, Pemilik Salad Umma. Ia menjelaskan bahwa keberadaan fisik toko membuat kepercayaan masyarakat tumbuh dibandingkan saat ia hanya menjalankan bisnis secara tersembunyi atau invisible retail.
Sebelum memiliki outlet, pendapatan rata-rata Salad Umma hanya berkisar Rp1 juta per hari. Setelah mendapatkan pendampingan dari BRI, omzet harian melonjak ke angka Rp2 juta hingga Rp3 juta, bahkan menyentuh Rp6 juta pada momentum Ramadan.
Selain peningkatan finansial, usaha ini juga memberikan dampak sosial dengan memberdayakan mahasiswa kewirausahaan dan warga sekitar sebagai tenaga kerja. Hikma mengutamakan kualitas bahan baku premium untuk menjaga loyalitas pelanggan setianya di tengah persaingan bisnis kuliner.
Mantri BRI Unit Tebet Barat, Nicko Irawan, mengonfirmasi bahwa proses verifikasi dan penyetujuan kredit untuk Salad Umma dilakukan dengan cepat dalam waktu dua hingga tiga hari. BRI berkomitmen terus mendorong inovasi produk bagi pelaku UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Secara konsolidasi, aset BRI pada akhir Maret 2026 tercatat mencapai Rp2.250 triliun dengan pertumbuhan 7,2 persen secara tahunan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan dalam konferensi pers pada Kamis (30/4/2026) bahwa segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dengan total penyaluran kredit mencapai Rp1.211 triliun.