Samsung dilaporkan tengah menggarap generasi kedua ponsel lipat tiga, Galaxy Z TriFold 2, dengan memfokuskan pengembangan pada teknologi engsel baru yang lebih tipis pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini diambil perusahaan asal Korea Selatan tersebut untuk memperbaiki desain perangkat multi-panel agar lebih efisien dan praktis.
Pembaruan desain engsel ini dirancang khusus untuk memangkas ketebalan bodi perangkat secara drastis saat berada dalam posisi terlipat. Dilansir dari Medcom, solusi engsel baru tersebut akan menjadi standar baru bagi perangkat foldable Samsung guna mengejar aspek kenyamanan pengguna.
Sebagai informasi, Galaxy Z TriFold generasi pertama memiliki ketebalan mencapai 12,9 mm saat dilipat dengan bobot sekitar 309 gram. Ukuran dan berat tersebut dinilai kurang ideal untuk penggunaan sehari-hari, sehingga Samsung memprioritaskan pengurangan bobot pada suksesornya.
Teknologi engsel yang sedang dikembangkan ini tidak hanya ditujukan bagi seri TriFold, tetapi berpotensi diintegrasikan ke lini produk lainnya. Samsung berencana menerapkan inovasi serupa pada seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip di masa mendatang untuk menciptakan desain yang lebih ramping dan ringan.
Galaxy Z TriFold generasi pertama sendiri diperkenalkan pada akhir tahun 2025 sebagai perangkat eksperimental dengan layar lipat tiga yang dapat bertransformasi menjadi tablet 10 inci. Namun, produk tersebut hanya dipasarkan dalam jumlah terbatas sebelum produksinya dihentikan dalam waktu singkat.
Meskipun produksi model pertama sempat terhenti, Samsung tetap melanjutkan eksplorasi desain baru untuk meningkatkan daya tahan perangkat. Fokus utama perusahaan kini terletak pada penggunaan engsel canggih dan bentuk layar yang lebih lebar untuk meningkatkan pengalaman navigasi pengguna di segmen pasar ponsel multi-lipat.