Samsung Pertimbangkan Kenaikan Harga Ponsel Galaxy S26

CEO Samsung, TM Roh, mengakui tekanan harga global dapat memengaruhi harga jual Galaxy S26, meskipun ada upaya untuk meringankan beban konsumen.

Samsung mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga untuk jajaran ponselnya, termasuk seri Galaxy S26. TM Roh, CEO Samsung Electronics, menyatakan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk mengatasi dampak kenaikan harga tersebut terhadap konsumen.

Kenaikan harga Galaxy S26 diperkirakan cukup signifikan, berkisar antara Rp 1,5 juta untuk varian terendah hingga Rp 3 juta untuk varian termahal, yaitu Galaxy S26 Ultra 1TB.

Menurut TM Roh, tekanan ekonomi global menyebabkan peningkatan biaya produksi, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual perangkat. Alih-alih menurunkan harga, Samsung berupaya "meringankan" beban konsumen dengan mengurangi total biaya kepemilikan (TCO).

Dua langkah utama yang diambil Samsung adalah memperpanjang pembaruan sistem operasi dan menambahkan fitur Galaxy AI.

"Dan kami akan menawarkan upgrade OS selama 7 tahun, serta security update. Dan itu akan memungkinkan pengguna-pengguna untuk terus menggunakan perangkat tersebut selama lebih lama, yang juga akan membantu mengurangi biaya total penggunaan agar TCO kami tetap kompetitif," jelas TM Roh, dalam sesi wawancara di San Francisco, Amerika Serikat, setelah Galaxy Unpacked 2026.

Pembaruan sistem operasi yang lebih lama diharapkan memperpanjang umur pakai ponsel, setidaknya dari sisi perangkat lunak. Namun, hal ini juga bergantung pada kondisi perangkat keras selama 7 tahun tersebut.

Samsung juga berencana untuk terus mengembangkan fitur dan kemampuan Galaxy AI, serta memperluasnya ke seri Galaxy A.

Program Pembiayaan Samsung Finance+

Di Asia Tenggara dan Oseania, Samsung menawarkan program pembiayaan Samsung Finance+. Carl Nodenberg, VP Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, menyatakan bahwa inovasi Samsung tidak hanya berfokus pada perangkat keras dan lunak, tetapi juga pada kemudahan akses untuk mendapatkan perangkat.

Ia mengklaim bahwa Finance+ telah memberikan pembiayaan untuk 3 juta perangkat dalam tiga tahun terakhir, dengan tingkat penerimaan 75%. "Kami sudah memberikan pembiayaan untuk 3 juta perangkat selama 3 tahun, dengan tingkat penerimaan 75% atau dua kali lebih tinggi dari standar industri," jelas Carl dalam sesi wawancara yang sama dengan TM Roh tersebut.

Recommended