Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjadwalkan pendaftaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bagi siswa sekolah dasar pada 1 hingga 28 Februari 2026 untuk menyaring talenta terbaik di bidang sains. Kompetisi ini terdiri dari dua tahap utama, yakni babak semifinal yang diselenggarakan secara daring serta babak final secara luring.
Dilansir dari Medcom, ajang bergengsi ini terbuka bagi seluruh pelajar jenjang SD, SMP, hingga SMA di seluruh provinsi Indonesia. Fokus materi untuk bidang IPA SD mencakup penguasaan metode ilmiah, klasifikasi makhluk hidup, hingga sistem ekosistem yang menjadi penentu kelolosan peserta.
Rangkaian seleksi akan dimulai dengan tingkat sekolah (OSN-S) pada Januari hingga Februari, diikuti uji coba tingkat kabupaten/kota pada 5-8 Mei 2026. Pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten/kota (OSN-K) secara serentak dijadwalkan pada 8 Juni 2026, dengan hasil yang akan diumumkan pada 26 Juni 2026.
Memasuki fase lanjutan, seleksi tingkat provinsi (OSN-P) bakal digelar pada 6 Juli 2026 setelah melewati masa uji coba pada awal bulan tersebut. Peserta yang lolos akan mengikuti babak semifinal pada 13 Agustus 2026 guna memperebutkan posisi di tahap nasional.
Puncak acara berupa seleksi tingkat nasional jenjang pendidikan dasar dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 31 Agustus 2026. Penggunaan bank soal tahun sebelumnya, seperti materi tahun 2025, menjadi salah satu referensi relevan bagi peserta untuk memahami pola soal observasi permasalahan dan klasifikasi makhluk hidup.
Sebagai persiapan, calon peserta diharapkan mendalami penerapan metode ilmiah, seperti penyesuaian kondisi laboratorium dengan habitat asli subjek penelitian untuk menjaga validitas data. Pemahaman mengenai karakteristik organisme, seperti kelompok Protista yang memiliki inti sel dan bersifat autotrof maupun heterotrof, juga menjadi poin kunci dalam materi ujian.