Jakarta: Informasi mengenai Sennheiser yang disebut "tutup" beredar luas di internet, namun informasi ini tidak sepenuhnya akurat. Faktanya, Sennheiser sedang melakukan perubahan strategi bisnis, bukan menghentikan operasional perusahaan secara keseluruhan.
Isu ini muncul setelah divisi consumer audio Sennheiser kembali memasuki proses penjualan oleh pemiliknya saat ini, Sonova.
Sonova berencana untuk menjual divisi consumer Sennheiser, yang meliputi produk seperti headphone, earbuds, dan soundbar. Tindakan ini sering disalahartikan sebagai penutupan, padahal ini adalah strategi keluar (exit strategy) bisnis, bukan penghentian operasi.
Menurut laporan dari situs Ecoustics, divisi tersebut bahkan telah diklasifikasikan sebagai "discontinued operation" dalam laporan keuangan, yang menjadi indikasi awal proses penjualan.
Penting untuk dipahami bahwa Sennheiser sebagai perusahaan tidak dijual secara keseluruhan. Yang dijual hanya divisi consumer audio. Bisnis profesional, termasuk lini audio profesional dan merek seperti Neumann, tetap dimiliki oleh keluarga Sennheiser.
Ini berarti nama Sennheiser akan tetap ada di industri audio, meskipun kepemilikan produknya berpotensi berubah. Meskipun ada rencana penjualan, aktivitas bisnis saat ini tetap berjalan seperti biasa. Produk tetap dipasarkan, pengembangan produk terus dilakukan, dan layanan purna jual serta garansi tetap berlaku.
Tidak ada indikasi penghentian layanan dalam waktu dekat. Keputusan Sonova didorong oleh ketidaksesuaian strategi bisnis.
Sebagai perusahaan yang fokus pada teknologi medis seperti alat bantu dengar, Sonova menghadapi tantangan dalam bersaing di pasar audio konsumen yang sangat kompetitif.
Pasar audio konsumen didominasi oleh pemain besar seperti Apple, Sony, dan Bose. Selain itu, divisi consumer audio hanya menyumbang sekitar enam persen dari total pendapatan Sonova, sehingga dianggap tidak lagi sejalan dengan fokus bisnis jangka panjang perusahaan.