Sistem Pertahanan Udara Israel Tidak Sempurna Setelah Rudal Iran Menerobos

Meskipun canggih, sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow terbukti tidak sempurna setelah rudal Iran menghantam Dimona dan Arad.

Sistem pertahanan udara Israel yang terkenal canggih, termasuk Iron Dome, David's Sling, dan Arrow, belum menunjukkan kesempurnaan mutlak. Insiden terkini menunjukkan rudal-rudal Iran berhasil menembus pertahanan tersebut, menyebabkan dampak signifikan di kota Dimona dan Arad.

Kegagalan ini mengakibatkan sejumlah warga di negara tersebut terluka, bahkan ada yang meninggal dunia. Tentara Israel sendiri telah mengakui adanya kelemahan dalam teknologi mereka untuk menghadapi serangan rudal Iran tersebut, seperti dilansir dari Detik iNET.

Kolonel L., Kepala Staf Sistem Pertahanan Udara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), menjelaskan adanya "kesalahan, sama seperti dalam sistem teknologi lainnya." Pernyataan ini disampaikan ketika ia ditanya mengenai parahnya hantaman rudal yang melukai lebih dari 100 orang di Dimona dan Arad.

Ia menegaskan, "Sistem pertahanan udara kami adalah yang terbaik di dunia, tapi tidak kedap sepenuhnya. Ada kesalahan, ada kerusakan." Menurutnya, seberapa pun canggihnya suatu sistem teknologi, tetap memiliki keterbatasan dan statistik keberhasilan tertentu, serta titik-titik ketidaksempurnaan.

Proses investigasi setiap insiden adalah bagian integral dari pekerjaan untuk memahami pelajaran yang bisa diambil dan tindakan pencegahan di masa depan. Kolonel L. menekankan bahwa ini adalah "perang yang panjang" dengan "jumlah peluncuran yang tinggi," yang tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Israel secara tradisional mengandalkan tiga lapisan sistem pertahanan: Iron Dome untuk ancaman jarak pendek, David's Sling untuk ancaman jarak menengah, dan Arrow khusus rudal balistik jarak jauh. Rudal Iran yang ditembakkan termasuk jenis rudal balistik jarak jauh.

Iron Dome dirancang untuk menembak jatuh roket sederhana dan drone jarak pendek. Sementara itu, David's Sling berfungsi untuk melumpuhkan roket jarak menengah, rudal jelajah, dan drone yang lebih kompleks.

Batasan ini sempat bergeser pada Juni 2025 ketika sistem David's Sling berhasil mencegat rudal balistik Iran. Setelah kejadian tersebut, Israel mengintegrasikan David's Sling sebagai opsi tambahan untuk melawan rudal balistik jarak jauh, di samping sistem Arrow yang memiliki biaya lebih mahal.

Meskipun demikian, David's Sling memiliki keterbatasan dalam pencegatan. Sistem ini mencegat ancaman udara pada ketinggian yang jauh lebih rendah dibandingkan Arrow 3 yang beroperasi di luar angkasa. Pencegatan yang lebih dekat ke tanah meningkatkan risiko penyebaran serpihan peluru. Iran juga diketahui menggunakan amunisi tandan (bom klaster) yang menyebar luas, dalam 50 hingga 70 persen rudalnya.

Recommended