PSIS Semarang mengincar kemenangan krusial saat menjamu tim papan atas Kendal Tornado FC dalam lanjutan pekan ke-26 liga di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (25/4/2026) pukul 19.00 WIB. Laga kandang terakhir ini menjadi momentum bagi Skuad Mahesa Jenar untuk menjauh dari ancaman zona degradasi.
Pertandingan ini menandai debut pelatih anyar Kas Hartadi yang baru ditunjuk menakhodai tim dalam waktu singkat. Dilansir dari Bola, pelatih berusia 55 tahun tersebut hanya memiliki durasi dua hari untuk meramu strategi dan mempersiapkan kondisi fisik serta mental para pemainnya jelang duel bertajuk Badai Pantura.
"Pekerjaan saya di PSIS Semarang ini mendadak sekali. Saya hanya punya kesempatan selama dua hari saja untuk mempersiapkan tim. Jadi, saya akan berusaha bekerja keras supaya laga ini bisa menghasilkan yang maksimal," kata Kas Hartadi, Pelatih PSIS Semarang.
PSIS saat ini tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 20 poin. Posisi tersebut belum aman karena hanya berselisih dua angka dari Persiba Balikpapan yang menempati zona play-off degradasi dengan koleksi 18 poin.
Target poin penuh menjadi harga mati bagi PSIS untuk memastikan posisi mereka tetap di kasta utama musim depan. Kas menekankan bahwa timnya tidak ingin bergantung pada hasil pertandingan tim lain dan memilih fokus pada persiapan internal demi mengamankan tiga poin di kandang.
Bek PSIS Semarang, Otavio Dutra, menyatakan kesiapan seluruh jajaran pemain untuk mengeksekusi instruksi pelatih baru meskipun waktu adaptasi sangat terbatas. Menurut Dutra, seluruh penggawa sudah memahami skema yang diinginkan Kas Hartadi untuk meredam agresivitas lawan.
Lini pertahanan PSIS mendapatkan perhatian khusus menyusul ketajaman striker Kendal Tornado FC, Patrick Cruz, yang telah mengemas 15 gol sepanjang musim ini. Dutra mengakui kualitas penyerang asal Brasil tersebut namun menegaskan bahwa kerja sama tim menjadi kunci utama untuk mematikan pergerakan lawan.
Pada pertemuan sebelumnya, PSIS harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC setelah dipaksa bermain dengan 10 orang pemain. Dutra berharap dukungan penuh dari suporter di Stadion Jatidiri dapat meningkatkan motivasi tim untuk membalas kekalahan tersebut dan menutup laga kandang terakhir dengan hasil manis.