SiteMinder resmi memperluas kapabilitas distribusi platform perdagangan hotelnya ke dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta. Langkah transformatif ini bertujuan memastikan ribuan akomodasi tetap kompetitif dan mudah ditemukan oleh wisatawan yang mulai beralih menggunakan AI dalam perencanaan perjalanan.
Integrasi teknologi ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan DirectBooker sebagai mitra permintaan AI perdana perusahaan. Dilansir dari Medcom, inisiatif tersebut menjadi jawaban atas Changing Traveller Report 2026 yang menunjukkan delapan dari sepuluh wisatawan mengharapkan bantuan AI saat melakukan pemesanan akomodasi.
Perusahaan mengembangkan dua solusi utama, yakni ekspansi Demand Plus dan integrasi Channels Plus untuk menjangkau pasar tersebut. Demand Plus kini tidak lagi hanya fokus pada kanal metasearch konvensional, melainkan merambah ke platform percakapan AI populer seperti ChatGPT dan Claude.
Melalui sistem tersebut, calon tamu dapat memperoleh rekomendasi hotel yang dipersonalisasi serta informasi harga secara real-time. Wisatawan kemudian diarahkan untuk melakukan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel guna menjamin validitas data dan harga bagi pengguna platform AI tersebut.
Sementara itu, fitur Channels Plus memberikan akses langsung kepada agen perjalanan daring (OTA) dan perantara berbasis AI untuk mengelola inventaris kamar. Seluruh proses, mulai dari pencarian hingga konfirmasi pesanan, berlangsung di dalam platform mitra namun tetap tersinkronisasi otomatis ke sistem properti.
Secara teknis, penggunaan Model Context Protocol (MCP) menjadi fondasi yang memungkinkan akses data hotel secara akurat dan seketika. Teknologi ini mencegah wisatawan menerima informasi statis yang sudah usang saat berkonsultasi dengan asisten virtual mengenai ketersediaan kamar.
"Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan perilaku pencarian wisatawan adalah prioritas utama perusahaan," kata Sankar Narayan, CEO SiteMinder. Ia menambahkan bahwa SiteMinder kini menghubungkan lebih dari 53.000 hotel di 150 negara ke dalam titik penemuan baru dalam ekosistem digital tersebut.