Daftar buku dan manuskrip langka di dunia mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai ratusan miliar rupiah per Kamis, 23 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia. Kelangkaan naskah dan nilai sejarah menjadi faktor utama lonjakan harga di balai lelang Christie's dan Sotheby’s.
Draf cetak asli The Book of Mormon tahun 1830 menempati posisi puncak sebagai buku antik termahal yang pernah terjual seharga Rp560 miliar. Naskah yang ditulis tangan berdasarkan dikte Joseph Smith tersebut dibeli oleh kolektor pada tahun 2017 senilai US$35 juta.
Dilansir dari Medcom, posisi kedua ditempati oleh The Codex Leicester karya Leonardo da Vinci yang memiliki nilai jual sebesar Rp492,8 miliar. Buku berisi catatan ilmiah setebal 72 halaman ini sebelumnya dibeli oleh Bill Gates dengan teknik penulisan terbalik yang unik.
Dokumen bersejarah Magna Carta dari abad ke-13 juga mencatatkan angka penjualan tinggi sebesar Rp341,1 miliar melalui balai lelang Sotheby’s. Selain itu, Northumberland Bestiary yang merupakan kumpulan dongeng hewan era Gotik dihargai senilai Rp320 miliar karena hiasan gambar abad pertengahannya.
Dunia koleksi buku juga mencatat St. Cuthbert Gospel sebagai buku tertua dengan penjilidan asli yang masih bertahan sejak abad ke-7. Buku saku yang ditemukan di makam St. Cuthbert ini terjual dengan nilai mencapai US$14,3 juta atau setara Rp228,8 miliar.
Bay Psalm Book keluaran tahun 1650, yang merupakan buku pertama hasil cetakan di Amerika Utara, terjual seharga Rp226,6 miliar. Sementara itu, The Rothschild Prayerbook dari abad ke-16 terjual seharga Rp208 miliar pada transaksi tahun 2014 lalu.
Karya ilustrasi alam juga memiliki nilai investasi tinggi, seperti The Birds of America yang terjual Rp154,4 miliar. Buku ini memuat lebih dari 1.000 spesies burung yang digambar sesuai ukuran aslinya oleh John J. Audubon antara tahun 1827 hingga 1838.
The Bomberg Talmud edisi 1519-1539 menyusul dengan harga jual Rp149,1 miliar karena kemewahan teknik penjilidannya. Di sisi lain, fragmen Al-Qur'an abad ke-7 dengan aksara Hijazi mencatatkan rekor teks Islam antik senilai Rp50,1 miliar.
"Keaslian dan kelangkaan naskah-naskah ini adalah harta karun budaya yang harus dijaga," sebagaimana dilaporkan oleh Medcom mengenai pergeseran fungsi buku langka menjadi instrumen investasi bagi para kolektor kelas kakap dunia.