Platform trading Slickorps resmi meluncurkan sistem trading berbasis Artificial Intelligence (AI) multi-agen yang dirancang untuk memberikan dukungan real-time pada berbagai skenario perdagangan aset pada Rabu (29/4/2026). Teknologi ini mengintegrasikan fungsi persepsi pasar, pengenalan sinyal, hingga eksekusi otomatis dalam satu ekosistem dinamis.
Sistem ini beroperasi dengan menjalankan beberapa agen AI secara kolaboratif yang memiliki tugas spesifik, berbeda dengan metode tradisional yang hanya bergantung pada model tunggal. Dilansir dari Medcom, inovasi ini muncul di tengah pergeseran persaingan industri yang kini mengutamakan stabilitas dan operasi sistematis.
Laporan Tren AI di Sektor Layanan Keuangan 2026 dari NVIDIA mencatat bahwa sebanyak 65% lembaga keuangan telah mengimplementasikan AI dalam lingkungan produksi mereka. Angka ini menandakan transisi besar pemanfaatan kecerdasan buatan dari tahap eksperimental menuju skala penggunaan yang lebih luas di pasar global.
Mekanisme kerja sistem multi-agen milik Slickorps mencakup analisis fluktuasi pasar, aliran pesanan frekuensi tinggi, serta pengolahan data multidimensi. Data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan penilaian strategi dan penjadwalan eksekusi transaksi secara otomatis guna meminimalisir kesalahan manual.
"Arsitektur multi-agen memungkinkan sistem untuk tidak hanya membaca pasar secara lebih komprehensif, tetapi juga merespons dengan ritme yang lebih cepat dan terukur," ujar Chief Operating Officer Slickorps, Rizky Pratama. Ia menambahkan bahwa teknologi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kontrol risiko perusahaan.
Rizky menilai karakter pasar saat ini sangat menantang karena percepatan aliran informasi dan fluktuasi harga yang terjadi secara simultan. Menurutnya, pendekatan model tunggal sudah tidak lagi adaptif dalam menghadapi perubahan sentimen pasar yang berlangsung sangat cepat dan sulit diprediksi.
Ke depannya, Slickorps berencana terus mengoptimalkan kolaborasi antar agen AI untuk memperkuat kapabilitas dalam trading kuantitatif dan transaksi frekuensi tinggi. Perusahaan menargetkan pengembangan manajemen aset multi-aset berbasis AI guna mendorong evolusi sistem trading yang lebih komprehensif.