SMBC Indonesia Bagikan Dividen Rp101 Miliar dari Laba 2025

PT Bank SMBC Indonesia Tbk resmi membagikan dividen tunai Rp101,11 miliar atau 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam RUPST terbaru.

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) secara resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025, atau senilai Rp101,11 miliar, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.

Nilai pembagian keuntungan tersebut setara dengan Rp9,49 per lembar saham gross bagi para pemegang saham perseroan. Keputusan ini diambil setelah meninjau kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Berdasarkan laporan hasil rapat, SMBC Indonesia memutuskan untuk tidak menyisihkan dana cadangan wajib tambahan. Hal ini dikarenakan perseroan telah memenuhi syarat minimum cadangan wajib sebesar 20 persen dari modal disetor sesuai dengan regulasi Undang-Undang Perseroan Terbatas.

"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," kata Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, para pemegang saham juga menyetujui laporan aset konsolidasi SMBC Indonesia yang tumbuh 2,0 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp245,9 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, laba bersih setelah pajak untuk kategori bank saja (bank only) tercatat mencapai Rp1,5 triliun.

Selain masalah keuangan, RUPST melakukan perombakan pada susunan Direksi dan Dewan Komisaris untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Emilya Tjahjadi diangkat sebagai Direktur dan Linus Ekabranko Windoe menjabat sebagai Komisaris Independen, yang akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rapat juga menyetujui pembaruan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) sebagai langkah antisipasi ketahanan ekonomi. Henoch menjelaskan bahwa perubahan pengurus ini ditujukan untuk memantapkan strategi di segmen wholesale banking dan commercial banking serta memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi.

Recommended