SpaceX Bersiap IPO dan Incar Valuasi Fantastis USD 1,75 Triliun

SpaceX bersiap melantai di bursa dengan mengincar dana investor baru sebesar USD 75 miliar guna mendongkrak valuasi hingga USD 1,75 triliun.

Perusahaan antariksa SpaceX bersiap untuk melantai di bursa efek melalui penawaran saham perdana atau IPO setelah menjaga status privatnya selama 24 tahun. Langkah besar ini diambil demi mengincar pencapaian yang jauh lebih masif di luar angkasa.

Dikutip dari Detik iNET, SpaceX berencana meraup dana sebesar USD 75 miliar dari para investor baru berdasarkan dokumen yang diajukan ke regulator Amerika Serikat. Target penggalangan dana tersebut akan mendongkrak valuasi perusahaan hingga mencapai USD 1,75 triliun.

Dana segar yang diincar dari IPO ini bakal digunakan untuk mendukung berbagai proyek ambisius jangka panjang. Nilai kapitalisasi pasar yang menembus USD 1,75 triliun akan menempatkan SpaceX ke dalam daftar 10 perusahaan publik terbesar di dunia bersanding dengan raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, Alphabet, dan Microsoft.

Elon Musk selaku pendiri memiliki visi agar SpaceX dapat membangun infrastruktur yang menjamin masa depan umat manusia di luar planet Bumi. Target utamanya adalah menciptakan wilayah perkotaan di Mars yang mampu menampung satu juta penduduk.

Pesawat luar angkasa Starship dipersiapkan untuk melakukan perjalanan tanpa awak pertama menuju planet merah tersebut pada tahun 2030. Perjalanan satu arah ini diperkirakan memakan waktu antara enam hingga sembilan bulan demi menguji sistem pendaratan serta membangun infrastruktur dasar.

Sebagai batu loncatan utama, SpaceX memanfaatkan Bulan untuk membangun habitat, pabrik, dan depot bahan bakar. Strategi ini dinilai jauh lebih murah dibandingkan harus meluncurkan berton-ton material secara langsung dari Bumi.

Penambangan Asteroid dan Superkomputer AI di Orbit

Selain kolonisasi planet, pemanfaatan sumber daya asteroid menjadi ambisi lain untuk mendukung ekspansi multiplanet. Kendati demikian, sejumlah analis memprediksi aktivitas penambangan skala besar untuk mengambil platina, nikel, emas, dan es baru bisa terealisasi pada tahun 2040-an.

SpaceX juga melirik potensi luar angkasa untuk mengatasi kendala energi dan sistem pendingin pusat data kecerdasan buatan (AI) yang ada di Bumi. Perusahaan berencana menempatkan jajaran superkomputer AI raksasa di orbit bumi melalui susunan satelit berskala besar.

Infrastruktur tersebut nantinya memanfaatkan sinar Matahari sebagai sumber energi utama dan ruang hampa udara kosmos untuk proses pendinginan gratis. Skema ini dipercaya dapat membuat pelatihan kecerdasan buatan skala besar menjadi lebih efisien dan murah.

Potensi Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama

Saat ini kepemilikan saham Elon Musk di SpaceX diperkirakan mencapai 42 persen. Jika target valuasi pasca-IPO menyentuh USD 1,75 triliun, nilai aset saham milik Musk di perusahaan tersebut akan berkisar pada angka USD 735 miliar.

Akumulasi kekayaan tersebut, apabila digabungkan dengan kepemilikan asetnya di Tesla, xAI, dan unit bisnis lain, berpotensi melambungkan total kekayaan bersih Musk melewati angka USD 1 triliun. Hal ini dapat menjadikannya sebagai triliuner dolar pertama dalam sejarah dunia.

Kendali penuh perusahaan tetap berada di tangan Musk berkat struktur saham kelas ganda khusus yang memberinya lebih dari 80 persen hak suara. Sistem ini menjamin posisinya sebagai CEO aman dari pemecatan sehingga ia leluasa mengejar proyek berisiko tinggi.

Dampak Finansial Bagi Eksekutif dan Investor Awal

Melantainya SpaceX di bursa saham diproyeksikan akan melahirkan kekayaan baru bagi para eksekutif dan penyokong dana awal perusahaan. Saham milik Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan CFO Bret Johnsen diperkirakan bakal menembus nilai USD 1 biliar.

Investor kawakan Antonio Gracias diprediksi mampu meraup nilai saham hingga USD 70 billion. Sementara itu, porsi kepemilikan saham milik salah satu pendiri PayPal, Luke Nosek, nilainya akan berkisar di angka USD 5 miliar.

Langkah investasi besar-besaran dari para pemodal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi di tengah kondisi finansial perusahaan yang masih mengalami kerugian masif. SpaceX melaporkan kerugian bersih sebesar USD 4,94 miliar pada tahun 2025 akibat realisasi investasi besar pada proyek Starship, jaringan satelit, dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Recommended