Naturalisasi Luke Vickery Belum Ada Perkembangan Signifikan

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan bahwa proses naturalisasi Luke Vickery untuk Timnas Indonesia belum menunjukkan kemajuan berarti.

Proses naturalisasi pemain Macarthur FC, Luke Vickery, untuk memperkuat Timnas Indonesia dilaporkan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, seperti dilansir dari Bola.com pada Selasa (7/4/2026).

Vickery, yang lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005, merupakan seorang pemain sayap. Pemuda berusia 20 tahun ini memiliki darah Indonesia yang berasal dari neneknya, yang lahir di Medan, Sumatra Utara. Hal ini secara aturan memungkinkan dia untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi.

Sebelumnya, Luke Vickery pernah membela Timnas Australia U-19 pada tahun 2024. Selama partisipasinya di Piala AFF U-19 2024, ia tampil dalam empat pertandingan dan berhasil mencetak satu gol.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Yussa Nugraha pada pertengahan Maret 2026, Luke Vickery mengakui adanya kontak dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. "Ya, saya sudah. Saya sudah menjalin komunikasi dengannya. Kami sudah beberapa kali berbicara, dan saya menyukai visinya terhadap tim. Ya, itu sangat menarik," ujar Luke Vickery.

Pemain tersebut juga menyampaikan ambisinya yang besar jika suatu saat bisa membela Skuad Garuda. "Mungkin suatu hari nanti, jika saya benar-benar datang dan membela Indonesia, saya ingin menjadi orang yang membantu membawa kami lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya," jelasnya.

Vickery tidak menutupi keinginannya untuk membawa Timnas Indonesia berpartisipasi di Piala Dunia 2026. "Jika itu terjadi, itu akan menjadi tujuan terbesar saya untuk negara ini, yaitu membawa kami ke Piala Dunia. Anda tahu, negara ini belum pernah melakukannya," tuturnya.

Menurutnya, Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan dukungan sepak bola yang luar biasa, layak mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang global. "Dan dengan perkembangan yang sedang terjadi, tim nasional terus menjadi lebih baik. Jadi, tidak ada alasan mengapa hal itu tidak bisa terjadi," imbuh Luke Vickery mengenai potensi tersebut.

Recommended