Stella Christie Berjuang Dapatkan Paspor RI untuk Anaknya

Wamendiktisaintek Stella Christie berjuang selama dua tahun agar anaknya mendapatkan paspor WNI karena lahir di Amerika Serikat.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan perjuangannya dalam memberikan status kewarganegaraan Indonesia kepada anaknya yang lahir di Amerika Serikat.

Tantangan mendapatkan paspor Indonesia juga muncul karena pernikahannya dengan warga negara Polandia.

Dalam acara Hot Room Metro TV yang dikutip Kamis 26 Februari 2026, Stella mengaku butuh waktu dua tahun untuk mewujudkan paspor Indonesia bagi anaknya. "Saya jujur anak saya lahir di Amerika Serikat dan sudah mempunyai paspor Amerika Serikat. Suami saya adalah seorang Polandia dan dia secara otomatis juga punya paspor Polandia waktu lahir," ungkap Stella.

Perjuangan itu, kata Stella, dilakukan untuk memberikan pilihan kepada anaknya sebagai warga negara Indonesia (WNI). "Karena saya ingin memberikan anak saya pilihan. Pilihan bahwa nanti dia yang bisa memilih. Dia mempunyai begitu banyak kekayaan dan salah satu kekayaan yang paling kaya adalah dia mempunyai darah Indonesia dan berhak mendapatkan warga negara Indonesia," tegasnya.

Stella berharap anaknya dapat memilih kewarganegaraannya sendiri saat dewasa. Sebagai orang tua, Stella ingin membuka kesempatan bagi anaknya untuk memiliki pilihan. "Anak saya harus punya pilihan dan harus berbangga bahwa dia pegang paspor Indonesia," ujarnya.

Kisah Stella ini muncul di tengah perbincangan mengenai status WNI yang ramai diperbincangkan, dipicu polemik pasangan alumni penerima beasiswa LPDP, Arya Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas (Tyas).

Tyas menuai kritik karena mengungkapkan kebanggaannya anaknya menjadi warga negara Inggris. Publik menyayangkan hal itu karena ia dapat tinggal di luar negeri karena mendampingi Arya yang bekerja di Inggris.

Diketahui bahwa Arya dan keluarga berada di luar negeri karena pelanggaran. Seharusnya, Arya kembali ke Indonesia dan berkontribusi setelah menyelesaikan studi S3 dengan beasiswa LPDP.

Polemik bermula ketika Tyas menyatakan, "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat," yang kemudian dikecam warganet.

Warganet menyoroti bahwa Tyas bisa berada di luar negeri berkat beasiswa LPDP yang berasal dari pajak rakyat. Arya Iwantoro, suami Tyas, juga merupakan penerima LPDP yang belum menjalankan kewajiban kontribusi di Indonesia setelah lulus.

Tyas kemudian meminta maaf atas pernyataannya dan menyadari bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai merendahkan identitas sebagai WNI. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.

Recommended