Vinicius Junior menjelaskan makna di balik selebrasi yang menarik perhatian saat Real Madrid mengalahkan Manchester City 2-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18-3-2026) dini hari WIB.
Winger Brasil itu mengungkapkan alasan gestur "menangis" yang ditujukan kepada suporter tuan rumah di Etihad Stadium. Dalam laga tersebut, Vinicius mencetak dua gol penting bagi kemenangan Madrid yang memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya setelah unggul agregat 5-1.
Usai mencetak gol pertamanya, Vinicius terlihat melakukan gestur seolah menangis sambil menempelkan jari ke bibirnya. Aksi ini memicu berbagai spekulasi.
Setelah pertandingan, Vinicius menjelaskan bahwa selebrasinya adalah respons terhadap ejekan yang diterimanya saat terakhir kali bermain di kandang Manchester City. Saat itu, ia diejek terkait dengan Ballon d'Or.
"Waktu terakhir saya datang ke sini melawan Manchester City, mereka mengejek saya dan bilang saya menangis soal Ballon d'Or," ujarnya.
Vinicius menambahkan bahwa ia tidak bermaksud tidak menghormati suporter, tetapi hanya ingin membuktikan diri kepada fans Manchester City.
Laga tersebut memang memiliki konteks mendalam. Beberapa bulan sebelumnya, gelandang Man City, Rodri, mengungguli Vinicius dalam perebutan Ballon d'Or 2024, yang membuat bintang Real Madrid tersebut kecewa.
Suporter Man City bahkan membentangkan tifo bergambar Rodri mencium trofi Ballon d'Or dengan tulisan "Stop Crying Your Heart Out", sindiran untuk Vinicius yang finis kedua.
Balasan Vinicius
Vinicius membalasnya di lapangan. Setelah gagal mencetak gol dari penalti di pertemuan sebelumnya, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua akibat handball Bernardo Silva.
"Saya sangat kecewa tidak bisa mencetak gol pekan lalu. Fede mencetak tiga gol dan saya benar-benar ingin mencetak penalti itu, tapi tidak berhasil," katanya.
"Dia memberi saya kepercayaan diri, dia bilang hari ini akan jadi harinya saya, dan saya bisa mencetak penalti itu. Saya sangat senang," kata Vinicius.