Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan terus meningkat. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memprediksi stok CBP dapat mencapai 4 juta ton pada minggu ini dan terus naik hingga 5 juta ton pada bulan berikutnya.
Peningkatan ini merupakan hasil dari serapan beras yang gencar dilakukan oleh Bulog.
Menurut Amran, stok CBP saat ini berada di angka 3,9 juta ton dan diperkirakan akan terus bertambah. Ia juga menambahkan bahwa pada bulan April, Mei, dan Juni, stok beras bisa mencapai 6 juta ton, dengan estimasi 5,2 juta ton pada April. "Stok (CBP) kita hari ini 3,9 juta ton. Minggu ini Insya Allah 4 juta ton dan 1 bulan ke depan 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama sejarah Republik Indonesia. Insya Allah bulan 4, 5, 6 (April, Mei, Juni), itu bisa 6 juta ton. (Di April) 5,2 juta ton (itu) estimasi bulan depan," ujar Amran dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Bapanas mencatat bahwa realisasi pengadaan beras dalam negeri per 11 Maret telah mencapai 928,2 ribu ton. Angka ini meningkat sebanyak 208,8 ribu ton dibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang mencapai 719,3 ribu ton.
Panen raya padi yang diproyeksikan terjadi pada bulan Maret ini diharapkan dapat meningkatkan serapan CBP.
Amran juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam mewujudkan capaian ini. "Ini adalah kerja keras kita semua yang membuahkan hasil di bawah gagasan besar Bapak Presiden. Bapak Presiden kita luar biasa, menggerakkan ekonomi rakyat. Capaian kita alhamdulillah, luar biasa. Kita sudah mulai ekspor ke negara lain dan insya Allah mudah-mudahan tiga negara menyusul, kita ekspor ke negara tetangga," terang Amran.
Pengadaan CBP diatur dalam Perbapanas 2/2026, yang mencakup pembelian gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), beras medium, dan beras premium. Prioritas diberikan pada pembelian produksi dalam negeri.
Bulog diminta untuk menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai acuan. Jika harga di tingkat produsen lebih rendah dari HPP, Bulog wajib membeli sesuai HPP. Fleksibilitas HPP dapat diberikan jika harga produsen berada di atas HPP.
Bapanas juga menekankan pentingnya penyaluran CBP melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun, kecuali di wilayah sentra produsen padi yang sedang panen raya.