Taiwan telah meresmikan Smart City Summit & Expo (SCSE) 2026, sebuah langkah penting dalam mewujudkan target Net Zero Emissions 2050. Ajang ini juga sekaligus menjadi wadah untuk mendorong pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor.
SCSE 2026 mengusung tema "Digital and Green Transformation," yang menekankan integrasi inovasi teknologi, peningkatan industri, dan tata kelola berkelanjutan. Pameran ini menampilkan beragam inovasi di bidang energi hijau, transportasi pintar, AI, serta tata kelola lingkungan berbasis teknologi.
Kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan utama dengan keterlibatan tujuh kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ekonomi, Kementerian Transportasi dan Komunikasi, Kementerian Lingkungan, Kementerian Urusan Digital, Dewan Pembangunan Nasional, serta Dewan Sains dan Teknologi Nasional. Keterlibatan 13 pemerintah daerah juga memperkuat ekosistem terintegrasi, mulai dari perumusan kebijakan hingga implementasi di lapangan.
Kementerian Dalam Negeri menampilkan konsep pembangunan wilayah tangguh melalui Net Zero Vision Pavilion, yang berfokus pada energi hijau, efisiensi bangunan, dan ekonomi sirkular.
Sementara itu, Kementerian Ekonomi menghadirkan paviliun Economy Next dengan fokus pada AI dan net zero, menampilkan solusi energi hijau, rantai pasok rendah karbon, serta inovasi AI seperti komputasi kuantum dan robotika.
Kementerian Transportasi dan Komunikasi menyoroti mobilitas pintar rendah karbon dengan memanfaatkan AI, digital twin, dan teknologi 5G untuk mengintegrasikan sistem transportasi darat, laut, udara, dan rel. Sektor pariwisata juga diperkenalkan melalui pengalaman digital berbasis AI, seperti pemandu wisata dengan terjemahan otomatis dan simulasi perjalanan virtual.
Kementerian Lingkungan memperkenalkan teknologi AI dalam pengawasan lingkungan, termasuk robot anjing, kapal tanpa awak, dan sistem pemantauan pintar. Inisiatif seperti pengurangan limbah makanan, daur ulang, serta peta pendinginan kota juga menjadi bagian dari integrasi konsep keberlanjutan.
Industri digital menampilkan solusi berbasis AI, termasuk rekam medis berbasis suara, sistem tanggap bencana, pertanian pintar, hingga platform AI generatif.
Dewan Pembangunan Nasional menargetkan nilai ekonomi hingga NTD15 triliun (Rp7.987,2 triliun) dan menciptakan 500.000 lapangan kerja pada 2040 melalui transformasi di bidang energi, industri, kehidupan, dan masyarakat.
Dewan Sains dan Teknologi Nasional bersama Academia Sinica menampilkan inovasi berbasis riset, seperti pemanfaatan data iklim, penginderaan satelit, serta pengembangan energi bersih seperti hidrogen, panas bumi, dan energi laut.
Dengan integrasi lintas sektor, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan, Taiwan berupaya mempercepat langkah menuju target Net Zero 2050, sekaligus memperkuat posisinya sebagai Smart Technology Island dan pelopor kota pintar berkelanjutan secara global.