IHSG Terkoreksi Akibat Ketegangan di Timur Tengah 9 Maret 2026

IHSG mengalami koreksi lebih dari 5% pada awal perdagangan 9 Maret 2026, dipicu tensi geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak yang melonjak.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Koreksi mencapai lebih dari 5%, dengan IHSG sempat menyentuh level terendah di kisaran 7.100.

Data RTI Business mencatat koreksi sebesar 5% terjadi sekitar pukul 09.12 WIB, berada pada level 7.156,68. Saat ini, IHSG berada di level 7.287,98, menunjukkan koreksi sebesar 3,92%.

Reydi Octa, seorang pengamat pasar modal, menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG di awal perdagangan disebabkan oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.

"Geopolitik di Timur Tengah masih memberi efek risk-off di pasar global karena memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham di emerging markets," ungkap Reydi.

Aksi jual investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) di Indonesia juga memperburuk penurunan IHSG, seiring dengan sentimen risk-off akibat ketegangan di Timur Tengah.

Menurut Reydi, koreksi pada saham-saham berkapitalisasi besar secara bersamaan memberikan dampak signifikan pada pergerakan IHSG.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menambahkan bahwa pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Asia lainnya. Konflik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz memicu koreksi di bursa kawasan.

Selain IHSG, konflik Timur Tengah berdampak pada harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Harga minyak mentah naik hingga menembus US$ 100 per barel, sementara rupiah melemah hingga di atas level psikologis.

"Terpantau harga minyak mentah menguat di atas US$ 100/barel dan nilai tukar Rupiah sudah menembus level psikologisnya dan berada di Rp 17.009/US$. Dari sisi teknikal, kami sudah proyeksikan IHSG masih melanjutkan koreksinya," imbuhnya.

Recommended