Pemerintah Tanzania dan Indonesia meresmikan program pelepasan sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit di Serdang Bedagai, Sumatra Utara, pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat industri kelapa sawit global melalui inovasi dan pertukaran teknologi pertanian.
Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan visi serupa antara kedua negara di sektor perkebunan. Dilansir dari Medcom, kegiatan ini melibatkan pengiriman materi genetik untuk mendukung kemandirian pangan.
"Ini adalah kisah kolaborasi dua negara sahabat yang dipisahkan oleh Samudra Hindia, namun disatukan oleh tujuan bersama," ujar Macocha Moshe Tembele, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia. Ia menekankan bahwa inovasi berkembang melalui pertukaran pengetahuan antarnegara.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan, dan Badan Karantina Indonesia. Sebanyak 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia juga turut berpartisipasi dalam agenda tersebut.
Tembele menambahkan bahwa para peneliti dari Tanzania Agricultural Research Institute telah mendapatkan pengalaman teknis selama berada di Indonesia. Pengetahuan ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun industri kelapa sawit yang produktif di Tanzania.
Kerja sama ini juga mencakup pengawasan ketat dari Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatra Utara guna memastikan keamanan hayati. Kemitraan ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara melalui peningkatan produktivitas lahan.