Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan realisasi produksi massal mobil listrik nasional mulai berjalan pada 2028 mendatang sebagai bagian dari strategi penguatan industri otomotif domestik. Langkah strategis ini disampaikan pada Kamis (23/4/2026) guna mempercepat terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang mandiri.
Penguatan pasar domestik dilakukan pemerintah dengan mengambil peran sebagai pengguna awal atau early adopter untuk memicu permintaan stabil. Dilansir dari Medcom, strategi ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Indonesia dalam peta persaingan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di tingkat global.
Data Kemenperin menunjukkan performa industri KBLBB nasional tumbuh pesat dengan catatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) melampaui 140 persen dalam lima tahun terakhir. Hingga tahun 2025, pangsa pasar kendaraan listrik di tanah air telah mencapai angka 21,71 persen dari total pasar otomotif.
Komposisi pasar tersebut didominasi oleh Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, diikuti Hybrid Electric Vehicle (HEV) 8,13 persen, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) 0,65 persen. Kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi nasional juga tercatat sebesar 11,1 persen pada tahun lalu.
"Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Integrasi rantai pasok menjadi landasan utama pengembangan ini, di mana Indonesia kini telah memiliki fasilitas pemurnian, produksi sel baterai, hingga unit daur ulang. Sejumlah produsen besar seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, dan Industri Baterai Indonesia telah menyatakan komitmennya memperkuat basis produksi lokal.
Pemerintah juga sedang mematangkan pembentukan perusahaan khusus yang akan bertanggung jawab memproduksi mobil listrik karya anak bangsa. Kebijakan insentif untuk unit kendaraan dalam kondisi completely built-up (CBU) diprediksi akan terus meningkatkan volume produksi seiring masuknya sejumlah pabrikan baru tahun ini.