Teknisi China Perbaiki Kerusakan Rangka Aluminium iPhone 17 Pro Max

Teknisi di China menggunakan teknik dempul dan cat untuk memperbaiki penyok pada rangka aluminium iPhone 17 Pro Max yang baru saja dirilis tahun 2026.

Teknisi ponsel di China mendemonstrasikan metode perbaikan eksterior iPhone 17 Pro Max yang mengalami kerusakan fisik parah melalui unggahan video akun Pixel Gamer 4K di media sosial X pada Senin, 4 Mei 2026.

Proses perbaikan tersebut dilakukan dengan teknik serupa bengkel otomotif untuk mengembalikan kemulusan rangka ponsel yang lecet dan penyok akibat jatuh dari ketinggian. Dilansir dari Detik iNET, unit iPhone 17 Pro Max warna Silver tersebut diperbaiki di salah satu pusat servis di Shenzhen atau Guangzhou.

Dalam rekaman tersebut, tenaga ahli mengisi bagian penyok yang besar menggunakan material dempul khusus sebelum melalui tahap pengampelasan agar permukaan kembali rata. Tahap akhir melibatkan pengecatan ulang pada area yang diperbaiki agar warnanya seragam dengan bagian rangka lainnya.

Kemudahan prosedur perbaikan ini berkaitan dengan keputusan Apple beralih dari material titanium kembali ke aluminium untuk seri iPhone 17 Pro. Penggunaan aluminium dipilih karena kemampuannya dalam menyebarkan panas secara lebih efektif serta bobotnya yang lebih ringan bagi pengguna.

Meskipun lebih ringan, material aluminium memiliki karakteristik yang lebih lunak dibandingkan titanium sehingga lebih rentan terhadap benturan fisik. Namun, sifat lunak ini justru memudahkan teknisi untuk melakukan manipulasi bentuk dan perbaikan estetika tanpa harus mengganti seluruh bodi ponsel.

Layanan perbaikan ini berkembang pesat di pusat teknologi China karena tingginya permintaan warga lokal yang menganggap iPhone sebagai barang mewah yang harus dijaga kondisinya. Biaya pemulihan fisik ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan pembelian unit baru bagi konsumen.

Tingginya keahlian teknisi di negara tersebut juga pernah mendapat sorotan dari pimpinan tertinggi perusahaan pengembangnya. Mengenai kemampuan tenaga kerja di wilayah itu, "tingkat keterampilan teknisi China yang lebih tinggi," ujar Tim Cook, CEO Apple saat menjelaskan alasan sulitnya memindahkan basis produksi iPhone secara total dari China.

Recommended