Teknologi Drone Ukraina Ungkap Harga Mahal dalam Perang Lawan Rusia

Ukraina manfaatkan perang sebagai wadah uji coba teknologi drone, namun dibayar mahal dengan nyawa dan wilayah yang hilang.

Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 mengubah pandangan para pemimpin militer Ukraina terhadap teknologi drone, yang sebelumnya dianggap sebelah mata.

Yaroslav Honchar, pendiri Aerorozvidka, mengungkapkan bahwa awalnya drone dipandang sebelah mata dibandingkan tank atau artileri. Namun, perang telah membuktikan efektivitas drone.

Kini, Ukraina menjadi rujukan bagi negara-negara tetangga Iran di Teluk yang menghadapi ancaman serangan drone terhadap infrastruktur vital seperti hotel dan bandara, sebuah realitas yang sudah lama dialami Ukraina.

Pasukan Ukraina mampu menghalau sebagian besar serangan drone Rusia, termasuk Shahed buatan Iran, dengan menggunakan drone pencegat yang lebih murah dan efektif, hasil dari pengembangan teknologi selama empat tahun terakhir.

Marko Kushnir, juru bicara General Cherry, menyatakan bahwa perang telah menciptakan ekosistem unik di Ukraina untuk pengujian teknologi drone secara real time di medan pertempuran.

"Siklus umpan balik antara garis depan dan produsen sangat singkat. Kami bisa mendapatkan umpan balik di pagi hari dan malam harinya sudah punya solusi yang akan menangani tugas-tugas baru di medan tempur," paparnya.

General Cherry, yang didirikan pada 2023 oleh veteran dan sukarelawan, memproduksi hampir 100.000 drone per bulan. Drone pencegat andalannya dirancang khusus untuk menghentikan drone Shahed.

Kushnir menekankan bahwa keahlian drone Ukraina diperoleh dengan harga mahal, yaitu nyawa, wilayah, dan perang yang berkepanjangan melawan musuh yang lebih besar.

"Ada dua negara di dunia yang memahami dari pengalaman tentang bagaimana menjalani perang teknologi melelahkan setiap harinya menggunakan drone. Yaitu kami dan Rusia," imbuh Kushnir.

Yuriy Ihnat, juru bicara angkatan udara Ukraina, menyebutkan bahwa antara 150 hingga 200 drone Rusia menyerang Ukraina setiap hari, bahkan hingga 700 drone dalam serangan besar. Antara 80% hingga 90% dari drone tersebut berhasil ditembak jatuh.

"Inilah pengalaman yang kami miliki dan adalah yang terbaik di dunia. Itulah mengapa mereka datang kepada kami," ujar Ihnat, terkait permintaan dukungan dan keahlian dari negara lain.

Recommended