Valentino Rossi Meminta Ducati Berkomitmen Penuh Bantu Francesco Bagnaia

Valentino Rossi mendesak Ducati memberikan komitmen lebih besar untuk membantu Francesco Bagnaia mengatasi penurunan performa di MotoGP.

Legenda balap Valentino Rossi meminta pabrikan Ducati memberikan komitmen yang lebih besar untuk membantu Francesco Bagnaia keluar dari periode sulit pada musim balap MotoGP 2026, setelah performa sang pembalap mulai tidak stabil sejak awal musim lalu.

Keseriusan Ducati dinilai belum sebanding dengan usaha keras yang ditunjukkan oleh Bagnaia demi kembali bersaing di barisan depan. Hubungan antara pembalap Italia tersebut dengan timnya dilaporkan mendingin setelah Ducati memutuskan untuk mengganti Bagnaia pada 2027 dengan mendatangkan Pedro Acosta sebagai tandem baru Marc Marquez, seperti dilansir dari Bola.

Rossi menjelaskan bahwa Bagnaia tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi dan fokus penuh untuk memenangkan sisa balapan pada musim terakhirnya bersama tim pabrikan asal Italia tersebut.

"Pecco punya sikap yang sangat bagus tahun ini. Kami sering berlatih bersama dan dia benar-benar memberikan segalanya," kata Rossi, mantan pembalap MotoGP.

Legenda dunia balap itu menambahkan bahwa performa Bagnaia sebenarnya sempat terlihat menjanjikan saat tampil di sirkuit Le Mans Prancis pada Jumat (8/5/2026) ketika sang pembalap berhasil mengamankan posisi terdepan.

"Dia sangat ingin kembali menang bersama Ducati dan itu mentalitas yang tepat. Hasilnya sebenarnya terlihat di Le Mans. Dia meraih pole position, meski sayangnya membuat kesalahan saat start di kedua balapan. Selain itu, dia sebenarnya bisa memenangkan keduanya," tutur Rossi.

Kegagalan Bagnaia untuk meraih podium tertinggi di Prancis dipengaruhi oleh kendala teknis yang dialami pada motor Desmosedici miliknya saat balapan utama berlangsung.

"Definisi kedua di Sprint Race, lalu pada balapan utama dia terjatuh karena masalah rem," lanjut Rossi.

Mantan pembalap Yamaha tersebut menilai peluang untuk memperebutkan takhta juara dunia masih terbuka lebar bagi Bagnaia karena kompetisi musim ini masih menyisakan banyak balapan.

"Musim masih panjang dan kemungkinan besar Pecco tidak akan bersama Ducati musim depan. Namun, saya ingin melihat Ducati menunjukkan komitmen sebesar yang dilakukan Pecco untuk kembali ke depan," ujar Rossi.

Penurunan status Bagnaia di internal tim mulai terjadi sejak kehadiran Marc Marquez yang langsung merebut gelar juara dunia, namun situasi saat ini memaksa Ducati kembali bertumpu pada Bagnaia akibat cedera yang dialami Marquez di musim 2026.

"Saya melihat setelah berbagai kejadian musim lalu, hubungan di antara mereka menjadi jauh lebih dingin. Tetapi, Pecco sudah memberikan segalanya dan saya berharap semua orang di Ducati juga melakukan hal yang sama karena peluang untuk kembali menang jelas masih ada," imbuh Rossi.

Merespons pernyataan yang dikeluarkan oleh mentornya tersebut, Francesco Bagnaia segera memberikan bantahan dan menegaskan bahwa seluruh kru tim di Bologna tetap memberikan dukungan penuh untuk mengatasi masalah motornya.

"Apa yang dikatakan Vale hanyalah asumsi," ujar Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo.

Bagnaia menyatakan bahwa pandangan Rossi hanya didasarkan pada situasi latihan di rumah dan tidak menggambarkan dinamika kerja keras yang sesang berlangsung di dalam garasi Ducati.

"Dia melihat apa yang saya lakukan di rumah, tetapi dia tidak melihat apa yang dilakukan Ducati," kata Bagnaia.

Juara dunia dua kali itu mengakui timnya sedang menghadapi kendala besar dalam menemukan pengaturan motor yang tepat jika dibandingkan dengan pembalap satelit mereka.

"Kami semua bekerja keras. Memang jelas setelah musim lalu yang penuh kesulitan besar, kami sedang mencoba menemukan kembali keseimbangan," tutur Bagnaia.

Pembalap berusia 29 tahun tersebut meyakini bahwa proses adaptasi dan perbaikan performa mekanik timnya sudah mulai menunjukkan hasil yang positif menuju sisa seri balapan musim ini.

"Ini tidak mudah karena kami masih belum menemukan setelan dasar motor ini, berbeda dengan Fabio Di Giannantonio. Karena itu kami mencoba semua kemungkinan untuk menemukannya," jelas Bagnaia.

Tim pabrikan Ducati kini terus mengevaluasi data teknis secara berkala demi mengejar ketertinggalan poin dari tim Aprilia yang menjadi pesaing terkuat mereka.

"Kami membuat langkah kecil, mungkin sedikit terlambat, tetapi kami mulai menuju ke sana. Bagaimanapun, saya merasakan komitmen Ducati di belakang saya," tambah Bagnaia.

Recommended