Netizen Kaitkan Sketsa Charles Dellschau dengan Teori Perjalanan Waktu Trump

Sketsa berusia seabad karya Charles Dellschau memicu teori konspirasi perjalanan waktu yang menyeret nama Donald Trump dan putranya, Barron.

Sejumlah sketsa berusia seratus tahun karya seniman Charles Dellschau memicu perdebatan mengenai teori konspirasi perjalanan waktu yang melibatkan Donald Trump pada Selasa (28/4/2026). Spekulasi yang berkembang di jagat maya tersebut mengeklaim bahwa Presiden Amerika Serikat ke-45 tersebut memiliki kemampuan berpindah masa.

Dilansir dari Detik iNET, teori ini didasari oleh temuan kata 'TRUMP' pada beberapa gambar buatan Dellschau, seorang seniman kelahiran Prusia. Selain tulisan tersebut, netizen menyoroti ilustrasi sosok berambut pirang yang mengemudikan perahu dengan label angka 45.

Unsur lain yang memperkuat narasi para penganut teori ini adalah kemiripan kisah dalam buku karya Ingersoll Lockwood dari era 1890-an. Lockwood menulis cerita tentang seorang anak laki-laki bernama Baron Trump yang tinggal di sebuah kastil mewah dan dibimbing oleh mentor bernama Don.

Publik menghubungkan kesamaan nama tersebut dengan putra bungsu Trump, Barron, serta sosok Donald Trump sendiri. Dalam bukunya yang berjudul 'The Last President', Lockwood juga menggambarkan situasi kerusuhan di Fifth Avenue, New York, yang dianggap memiliki kemiripan dengan situasi politik modern.

Kaitan teknologi dalam teori ini turut menyeret nama paman Donald Trump, John G. Trump, yang merupakan seorang profesor di MIT. Menurut laporan The New Yorker, John G. Trump pernah meninjau dokumen-dokumen pribadi milik fisikawan Nikola Tesla setelah kematiannya pada tahun 1943.

Para spekulan meyakini bahwa dokumen Tesla tersebut mengandung rahasia teknologi perjalanan waktu yang kemudian diakses oleh keluarga Trump. Selain itu, mesin terbang dalam sketsa Dellschau yang menggunakan bahan bakar imajiner 'NB Gas' dikaitkan dengan fenomena UAP (Unidentified Anomalous Phenomena).

Meski narasi ini viral di media sosial, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim perjalanan waktu tersebut. Hingga saat ini, fenomena tersebut tetap dikategorikan sebagai teori konspirasi tanpa dasar faktual oleh para ahli sejarah maupun ilmuwan fisika.

Recommended