Legenda Real Madrid, Guti, menyoroti tantangan besar yang dihadapi Alvaro Arbeloa sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Blancos pada Januari 2026. Menurut Guti, mantan bek timnas Spanyol itu mengemban tugas yang sangat berat karena harus menukangi tim di pertengahan musim, di tengah hantaman badai cedera pemain kunci.
Real Madrid secara resmi berpisah dengan Xabi Alonso sebelum menunjuk Arbeloa. Sejak mengambil alih kepemimpinan, Arbeloa telah memimpin tim dalam 13 pertandingan di berbagai kompetisi, seperti dilansir dari Bola.
Dari jumlah tersebut, Real Madrid mencatatkan sembilan kemenangan dan menelan empat kekalahan. Salah satu hasil paling mengecewakan adalah tersingkirnya Los Blancos dari Copa del Rey setelah takluk 2-3 dari Albacete pada babak 16 besar.
Meskipun demikian, Guti berpendapat bahwa Arbeloa sebenarnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan sejak hari pertama menjabat sebagai pelatih utama Real Madrid. Kondisi ini membuat kemampuan Arbeloa sebagai pelatih belum dapat terlihat secara maksimal.
Dalam wawancara dengan Efe, Guti dengan tegas menyatakan bahwa Arbeloa seolah menerima "piala beracun" sejak awal kepemimpinannya di Santiago Bernabeu.
“Itu seperti piala beracun yang diberikan kepada Álvaro. Bukan hanya karena dia harus mulai di tengah musim, tetapi juga karena saat dia datang sudah ada banyak pemain yang cedera,” ujar Guti.
Guti, yang merupakan mantan gelandang kreatif Real Madrid, menambahkan bahwa situasi skuad yang terus dihantam cedera membuat potensi Arbeloa sebagai pelatih belum sepenuhnya terlihat. “Dia sudah berada di sini beberapa bulan dan bukan berkurang, justru cedera bertambah banyak. Anda tidak bisa melihat sepenuhnya apa yang bisa ditawarkan seorang pelatih ketika ada begitu banyak pemain cedera,” katanya.
“Kami semua memiliki harapan besar kepada Álvaro. Dia sangat mengenal klub ini, tetapi saat ini dia tidak memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk membuat tim bekerja dengan maksimal,” tambah Guti.
Tanggapan Alvaro Arbeloa
Menjelang pertandingan penting melawan Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Arbeloa menanggapi komentar dukungan dari Guti tersebut. Pelatih berusia 42 tahun itu menyampaikan rasa hormatnya kepada Guti, yang dianggapnya sebagai salah satu legenda penting dalam sejarah Real Madrid.
“Saya sangat menghormatinya karena apa yang telah ia berikan untuk Real Madrid dan warisan yang ia tinggalkan,” kata Arbeloa. Ia juga menambahkan, “Saya sangat menghargai pendapatnya karena saya tidak berada di sini untuk menilai setiap opini. Salam untuknya, semoga saya bisa segera memeluknya.”
Guti dan Arbeloa pernah bermain bersama sebanyak 24 kali saat masih sama-sama memperkuat Real Madrid sebagai pemain. Hal ini memperkuat ikatan emosional dan saling pengertian di antara keduanya.
Real Madrid Bersiap Hadapi Manchester City
Real Madrid dijadwalkan akan menghadapi Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu pada Rabu (11/3/2026). Guti mengakui bahwa pertandingan tersebut akan menjadi tantangan berat bagi Los Blancos.
Namun, ia tetap berharap agar kebanggaan klub serta atmosfer magis yang selalu tercipta di Bernabeu dapat membantu Real Madrid mengatasi tantangan tersebut.
“Itulah yang dipegang para penggemar Madrid. Duel ini memang sulit, tetapi kebanggaan Real Madrid dan malam-malam magis di Bernabeu bisa kembali terjadi,” ujar Guti. Ia berharap hal itu dapat membantu Madrid berkembang dan menghadapi leg kedua dengan harapan untuk lolos ke babak selanjutnya.
Jika berhasil menyingkirkan Manchester City dalam dua leg pertandingan, Real Madrid akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen dan Atalanta pada babak perempat final Liga Champions. Pertandingan ini akan menjadi penentuan penting bagi kelanjutan musim Real Madrid di kancah Eropa.