Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan peninjauan menyeluruh terhadap desain dan anggaran kapal induk kelas Ford pada Mei 2026. Langkah ini diambil guna memastikan efisiensi biaya dan fungsionalitas sistem pada salah satu alutsista tercanggih milik mereka.
Menteri Angkatan Laut, John Phelan, menyatakan bahwa evaluasi yang ditargetkan rampung bulan depan tersebut berfokus pada pemeriksaan sistem agar sesuai dengan kebutuhan operasional. Peninjauan ini muncul menyusul kritik dari Presiden Donald Trump terkait efektivitas teknologi ketapel magnetik kapal tersebut.
Dilansir dari Detik iNET, Trump sebelumnya mempermasalahkan kinerja ketapel magnetik dalam pidatonya di Ruang Oval tahun lalu. Teknologi tersebut merupakan komponen vital yang membedakan kelas Ford dengan pendahulunya, kelas Nimitz, dalam hal kecepatan peluncuran pesawat.
"Masih terlalu dini untuk memastikannya, tapi kita akan tetap punya kapal induk," ujar John Phelan, Menteri Angkatan Laut, menanggapi potensi pembatalan produksi versi masa depan dari kapal induk kelas ini.
Saat ini, USS Gerald R. Ford telah mencatatkan rekor masa penugasan lebih dari 300 hari sejak Juni 2025. Kapal induk terbesar di dunia ini terlibat aktif dalam operasi militer di Iran dan misi penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Ketidakpastian masa depan kelas Ford juga terlihat dalam dokumen anggaran Angkatan Laut terbaru yang tidak mencantumkan nama spesifik kapal tersebut. Hal ini berbeda dengan kapal selam kelas Columbia yang dirinci secara mendalam dalam daftar belanja militer.
Meskipun terdapat tinjauan, Angkatan Laut tetap memberikan apresiasi atas performa kelas Ford yang teruji di medan tempur. Kapal ini diklaim mampu mempertahankan operasi serangan global berintensitas tinggi dengan daya tempur yang telah ditingkatkan.
Selain kelas Ford, pemerintah juga tengah mengevaluasi dua rencana kapal induk lainnya, yakni USS William Jefferson Clinton dan USS George W. Bush. Di sisi lain, muncul desain baru bertajuk kapal tempur kelas Trump yang diperkirakan memakan biaya sekitar USD 17 miliar.
Kapal pertama dari kelas baru tersebut, USS Defiant, belum dijadwalkan untuk menerima pembiayaan dari Angkatan Laut AS hingga tahun anggaran 2028 mendatang. Peninjauan lapangan oleh Phelan akan memverifikasi langsung kemampuan peluncuran dan pendaratan pesawat di atas dek kapal.