Legenda Manchester United, Paul Ince, telah mengungkapkan pengalamannya diusir dari klub setelah terlibat insiden perselisihan yang intens di ruang ganti dengan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Momen ini terjadi pada musim 1992/1993, tepatnya setelah kemenangan 3-1 atas Norwich City, seperti dilansir dari Bola.
Sir Alex Ferguson dikenal luas karena standar disiplinnya yang tinggi selama 27 tahun memimpin Manchester United. Pendekatannya yang tegas menjadi salah satu faktor kunci di balik kesuksesan tim, termasuk perolehan 13 gelar Premier League. Ferguson tidak pernah ragu membuat keputusan besar, bahkan terhadap pemain bintang sekalipun, jika ada yang dianggap melampaui batas.
Insiden tersebut bermula ketika Ince, sekitar lima menit sebelum pertandingan berakhir, kehilangan penguasaan bola yang hampir membuat Norwich mencetak gol. Meski tim meraih kemenangan, Ferguson justru melampiaskan amarahnya kepada Ince di ruang ganti.
Ince menceritakan kepada talkSPORT pada tahun 2024, "Kami masuk ke ruang ganti, semua saling memberi selamat, saya ikut merayakan, lalu Sir Alex masuk seperti Rambo dan langsung menghajar saya dengan kata-kata." Ferguson membentaknya, mengatakan, "Apa yang kamu lakukan, Incey? Kamu bukan Diego Maradona. Ambil bola dan berikan kepada pemain terbaik!"
Ince mengakui bahwa amarah Ferguson didasari oleh standar tinggi sang pelatih. Namun, Ince yang kala itu memiliki karakter kuat, membalas bentakan tersebut. "Itu semua soal standar baginya, melakukan hal yang benar setiap saat, dan itu menunjukkan betapa hebatnya dia. Tapi, dengan karakter saya waktu itu, saya membalas dan kami terlibat adu teriak," ujar Ince.
Nyaris Terjadi Kontak Fisik
Perselisihan itu hampir berujung pada bentrok fisik. Ince menanggapi rumor bahwa empat rekan setim harus menahannya dengan bercanda, "Saya kira delapan (orang), tapi empat juga tidak masalah." Setelah kejadian tersebut, Ince dan Ferguson tidak saling berbicara selama dua hari. Ince menyesali tindakannya di masa lalu, menyatakan bahwa pemain seharusnya tidak melawan pelatih.
Paul Ince, yang membela Manchester United selama enam tahun, kemudian hengkang ke Inter Milan pada tahun 1995. Ia mengaku kepindahan itu bukan atas keinginannya. "Saya sudah enam tahun di sana dan hampir menandatangani kontrak (baru) empat tahun. Manchester United menghancurkan hati saya karena mereka membiarkan saya pergi ke Inter Milan," katanya kepada Manchester Evening News.
Klub menerima tawaran dari Inter tanpa sepengetahuan Ince, membuatnya merasa tidak senang. Meskipun Ince bisa saja menolak, ia merasa kepindahannya sudah diatur. Dalam autobiografinya, Ferguson mengakui memang ingin melepas Ince. "Ya, saya ingin melepasnya. Tapi, jika dia bersikeras bertahan, transfer itu tidak akan terjadi. Tidak mungkin memaksa Paul Ince melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan," tulis Ferguson.