Toilet SMPN 1 Jetis Bersih dan Layak Usai Direvitalisasi

Toilet SMPN 1 Jetis di Bantul kini bersih dan layak digunakan berkat program revitalisasi Kemendikdasmen.

Kondisi toilet SMP Negeri 1 Jetis di Kabupaten Bantul kini jauh berbeda. Setelah direvitalisasi, toilet sekolah ini menjadi bersih dan layak digunakan oleh siswa serta guru, menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan sehat.

Perbaikan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Jetis, Muhammad Wantoro, sekolahnya sebenarnya sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai. Akan tetapi, beberapa fasilitas mengalami kerusakan karena usia bangunan yang sudah tua. Wantoro menyampaikan hal ini pada Senin, 9 Maret 2026.

“SMP Negeri Satu Jetis merupakan salah satu sekolah SMP di lingkungan Kabupaten Bantul yang mempunyai sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Wantoro.

Berdiri sejak tahun 2007, SMP Negeri 1 Jetis mengalami penurunan kualitas pada beberapa fasilitas, terutama toilet. “Sejak tahun 2007 sekolah kami dibangun, sudah 18 tahun penggunaannya hingga sebagian besar sudah mengalami kerusakan. Salah satu kerusakannya adalah toilet,” jelasnya.

Kerusakan toilet terbilang cukup parah, meliputi saluran air yang tersumbat, wastafel yang tidak berfungsi, kloset rusak, keramik dinding dan lantai pecah, atap rusak, hingga pintu yang tidak bisa digunakan.

Melalui program revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen memberikan bantuan dana sebesar Rp75 juta untuk merehabilitasi toilet SMP Negeri 1 Jetis.

“Melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, SMP Negeri 1 Jetis mendapatkan dana revitalisasi sebesar Rp75 juta untuk rehabilitasi satu unit toilet,” kata Wantoro.

Pihak sekolah mengapresiasi dukungan pemerintah yang dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah memberikan dana bantuan berupa revitalisasi,” tutup Wantoro.

Recommended