Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi Bali Berlanjut Rp 12,7 Triliun

Proyek tol Gilimanuk-Mengwi di Bali senilai Rp 12,7 triliun terus berlanjut. Ini akan memangkas waktu tempuh menjadi 3 jam.

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, melanjutkan pembangunan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang disebut akan menjadi jalan tol terpanjang di Pulau Dewata, Bali. Proyek infrastruktur ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas di salah satu pusat destinasi wisata utama Indonesia tersebut.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa jalan tol ini dirancang untuk mempersingkat durasi perjalanan dari Gilimanuk menuju Mengwi. Apabila sebelumnya perjalanan membutuhkan sekitar enam jam, dengan adanya tol ini waktu tempuh akan terpangkas menjadi kurang lebih tiga jam.

Proyek strategis dengan total panjang 96,84 kilometer tersebut diperkirakan memerlukan investasi sebesar Rp 12,7 triliun. Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) akan digunakan dalam pelaksanaannya. "Kebutuhan investasi yang diperlukan adalah Rp 12,7 triliun, dengan rincian biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun, dan biaya dukungan konstruksi sebesar Rp 9 triliun," papar Diana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/4/2026), seperti dikutip dari Detik Finance.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum masih berada pada tahap penyusunan berbagai analisis. Proses tersebut mencakup analisis dampak lingkungan (amdal), analisis dampak lalu lintas, rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, serta dokumen perencanaan pengadaan tanah. Diana juga menambahkan, "Proses pengadaan badan usaha (tender) ini diharapkan dapat mulai pada 2027, dan ini direncanakan jalan tol tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2031."

Sebelumnya, proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi di Bali telah melewati tahap review kelayakan yang ditargetkan rampung pada Desember 2025. Setelah selesai, proyek ini akan kembali dilelang menyusul beberapa upaya sebelumnya yang gagal menarik investor.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachman Arief, sempat mengungkapkan bahwa proses review memakan waktu cukup lama akibat kebijakan efisiensi anggaran di awal masa pemerintahan saat ini. Pada saat itu, perkiraan investasi untuk tol sepanjang 96,84 km di Bali tersebut mencapai Rp 25,4 triliun. "Memang lama. Seperti Tol Gilimanuk-Mengwi mungkin baru keluar di bulan Desember 2025 (hasil riviu)," kata Rachman saat ditemui setelah rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Namun, di awal tahun 2026 ini, rencana pembangunan jalan tol terpanjang di Bali tersebut mengalami penyesuaian. Proyek strategis nasional ini akan tetap dilanjutkan, namun fokusnya hanya pada Seksi II (Pekutatan-Soka) dan Seksi III (Soka-Mengwi). Sementara itu, Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan resmi dibatalkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRP) Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengonfirmasi perubahan ini. Ia merujuk pada surat Direktur Jalan Bebas Hambatan Nomor P50102/B/BK/2026/24 tertanggal 11 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali. "Berdasarkan informasi surat tersebut, pembangunan jalan tol berlanjut tetapi hanya dari Pekutatan-Soka dan Soka-Mengwi. Seksi II dan III dipastikan berlanjut, sedangkan Seksi I tidak berlanjut dengan alasan jumlah penduduk," ungkap Sudiarta saat ditemui Detik Bali di kantornya, Jumat (27/2/2026).

Recommended