Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal pertama. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,5%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi BINA Lebaran 2026 mencapai Rp 53 triliun. Target ini meningkat 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Airlangga menyampaikan bahwa pengusaha telah berkomitmen memberikan diskon antara 70-80%. Peluncuran acara BINA Lebaran dilakukan di Senayan City, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).
“Dan saya monitor BINA targetnya sekarang Rp 53 triliun. Dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri. Tadi janjinya diskonnya 70-80%,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, dorongan konsumsi menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu transportasi dan rantai pasok internasional.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memperkirakan kenaikan transaksi selama periode BINA Lebaran sebesar 10–15%. Sekitar 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia diperkirakan berpartisipasi dalam program ini.
Alphonzus memprediksi puncak penjualan akan terjadi dalam dua minggu menjelang Lebaran, khususnya pada akhir pekan saat masyarakat mempersiapkan kebutuhan mudik dan hari raya.
“Puncak penjualan akan terjadi minggu ini. Mulai hari ini Jumat, besok sampai dengan hari Minggu akan terus berlanjut sampai dengan nanti Minggu depan. Sebelum masyarakat pulang mudik, persiapan mudik. Jadi saya kira akan terjadi puncaknya di 2 minggu ini. Nanti kemudian akan terjadi lagi puncak kunjungan pada hari Idulfitri ke-2,” papar Alphonzus.
Sebagai bagian dari program BINA Lebaran tahun ini, sekitar 800 brand dan 80.000 toko dari berbagai sektor, termasuk makanan-minuman, fesyen, dan elektronik, berpartisipasi dalam program diskon yang berlangsung dari 6 hingga 30 Maret 2026.